Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Ramalan Cuaca: Jakarta dan Sekitarnya Diguyur Hujan Ringan-Sedang Sabtu 17 Januari 2026

2026-01-17 | 10:50 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-17T03:50:08Z
Ruang Iklan

Ramalan Cuaca: Jakarta dan Sekitarnya Diguyur Hujan Ringan-Sedang Sabtu 17 Januari 2026

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Sabtu, 17 Januari 2026, memperingatkan potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang diperkirakan mengguyur merata wilayah DKI Jakarta dan Kepulauan Seribu sepanjang hari, dari dini hari hingga malam. Beberapa area bahkan berpotensi mengalami hujan petir, dengan Jakarta Barat dan Jakarta Selatan menjadi titik fokus kewaspadaan karena diprediksi akan diguyur hujan sedang hingga lebat pada siang hari. Kondisi ini menandai puncak musim hujan di wilayah Jabodetabek, mendorong Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengintensifkan upaya mitigasi banjir.

Prakiraan cuaca BMKG menunjukkan bahwa suhu udara di Jakarta akan berkisar antara 23 hingga 27 derajat Celsius, dengan kelembapan udara yang tinggi, mencapai sekitar 91 hingga 93 persen. Kelembapan yang signifikan ini, beberapa di antaranya mencapai 98 persen di titik-titik tertentu, mengindikasikan kondisi atmosfer yang sangat jenuh, berpotensi menyebabkan hujan ringan sekalipun berlangsung dalam durasi yang panjang atau persisten. Angin dilaporkan relatif tenang, dengan kecepatan di bawah 25 kilometer per jam. Kepulauan Seribu diperkirakan mengalami hujan petir pada pagi hari, sementara wilayah lain seperti Jakarta Utara, Jakarta Pusat, dan Jakarta Timur juga akan merasakan hujan ringan hingga sedang di berbagai waktu.

Secara historis, Januari merupakan bulan dengan curah hujan tertinggi di Jakarta, dengan rata-rata curah hujan mencapai 290 milimeter. Pada bulan ini, terdapat 78 persen kemungkinan hujan pada hari biasa, dengan rata-rata curah hujan 14,5 milimeter setiap kali hujan. Pola ini diperkuat oleh analisis dinamika atmosfer yang menunjukkan penguatan aktivitas monsun dan tingginya suplai uap air dari Samudra Hindia, memicu pembentukan awan hujan secara berkelanjutan di wilayah Jabodetabek. BMKG telah mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan berlangsung hingga 22 Januari 2026, mencakup risiko banjir lokal dan genangan air.

Menanggapi ancaman cuaca ekstrem, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta telah mengambil langkah antisipatif dengan memulai Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sejak 13 Januari 2026. Operasi yang berpusat di Lanud Halim Perdanakusuma ini bertujuan untuk mengurangi potensi banjir yang sering melanda Ibu Kota. Kepala Pelaksana BPBD DKI, Isnawa Adji, menekankan bahwa OMC merupakan upaya mitigasi strategis untuk menekan dampak bencana hidrometeorologi. Adji juga menjelaskan bahwa potensi banjir tidak hanya bergantung pada intensitas hujan, melainkan juga durasi hujan, kondisi drainase, aliran sungai, serta faktor pasang surut air laut.

Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya di area rawan genangan dan banjir, serta memantau informasi cuaca terkini dari kanal-kanal resmi BMKG. BPBD DKI juga menyarankan warga untuk mempersiapkan payung atau jas hujan sebelum beraktivitas di luar ruangan, menghindari berteduh di bawah pohon besar, papan reklame, atau tiang listrik saat angin kencang. Informasi banjir real-time dapat diakses melalui aplikasi JAKI atau situs pantaubanjir.jakarta.go.id, dan layanan darurat dapat menghubungi Call Center Jakarta Siaga 112. Peringatan dini telah dikeluarkan untuk potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang, dengan status "siaga" di beberapa wilayah DKI Jakarta hingga 15 Januari 2026.