Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Nenek 74 Tahun Terperangkap Rimba Kalimantan, Tim SAR Berpacu di Hari Kelima

2026-01-23 | 22:04 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-23T15:04:36Z
Ruang Iklan

Nenek 74 Tahun Terperangkap Rimba Kalimantan, Tim SAR Berpacu di Hari Kelima

Pencarian intensif tim gabungan telah memasuki hari kelima untuk menemukan Nurpine (74), seorang wanita lansia yang dilaporkan hilang di kawasan Hutan Desa Danau Bambure, Kecamatan Dusun Utara, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, sejak Jumat, 16 Januari 2026. Tim SAR gabungan mengerahkan drone termal untuk menyisir area hutan lebat di tengah kondisi medan yang menantang.

Nurpine terakhir kali terlihat meninggalkan rumah menuju arah hutan pada Jumat pagi, namun tidak kembali hingga keesokan harinya. Keluarga dan warga setempat telah melakukan pencarian awal secara mandiri, namun tidak menemukan tanda-tanda keberadaan korban. Laporan resmi mengenai hilangnya Nurpine kemudian diterima oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Palangka Raya pada Minggu, 18 Januari 2026.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palangka Raya, Anak Agung Ketut Alit Supartana, menyatakan bahwa pihaknya segera memberangkatkan satu tim rescue ke lokasi setelah menerima laporan. "Kami mengoptimalkan pencarian dengan menggunakan drone thermal untuk mempermudah pencarian di area hutan," kata Supartana. Maulana Abdillah, Kasubsi Operasi dan Siaga Kantor SAR Palangka Raya, menambahkan bahwa tim gabungan terdiri dari personel Basarnas, Koramil Dusun Utara, Polsek Dusun Utara, BPBD Barito Selatan, Damkar Barito Selatan, serta melibatkan keluarga korban dan masyarakat sekitar.

Koordinator lapangan Tim Basarnas, Antonius, menjelaskan bahwa pencarian terus diupayakan sesuai dengan area yang telah ditentukan. Penggunaan teknologi drone termal menjadi krusial dalam operasi ini, mengingat kemampuannya mendeteksi panas tubuh di area hutan yang sulit dijangkau melalui jalur darat, sebuah inovasi yang Basarnas kerap manfaatkan dalam tanggap darurat. Meskipun demikian, kondisi medan hutan Kalimantan yang sulit diakses, cuaca yang tidak menentu, dan terbatasnya jaringan komunikasi seringkali menjadi kendala utama dalam operasi SAR.

Kasus hilangnya lansia di hutan Kalimantan menggarisbawahi kerentanan populasi lanjut usia terhadap risiko lingkungan, terutama di wilayah pedalaman yang masih bergantung pada hutan untuk aktivitas sehari-hari. Basarnas memiliki tugas utama dalam pencarian dan pertolongan dalam berbagai musibah, termasuk kondisi yang membahayakan manusia seperti hilang di gunung atau hutan. Data menunjukkan bahwa insiden orang hilang di hutan, termasuk lansia, bukan kasus terisolasi di Kalimantan. Peristiwa ini menyoroti urgensi edukasi mitigasi risiko bagi masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan, serta kebutuhan akan peningkatan kapasitas dan sumber daya tim SAR dalam menghadapi tantangan geografis dan demografis di masa depan.