Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Banjir Lumpuhkan Jalur KA Pekalongan-Sragi, Picu Pengalihan dan Pembatalan Kereta

2026-01-17 | 10:56 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-17T03:56:46Z
Ruang Iklan

Banjir Lumpuhkan Jalur KA Pekalongan-Sragi, Picu Pengalihan dan Pembatalan Kereta

Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Pekalongan sejak dini hari Sabtu, 17 Januari 2026, menyebabkan jalur kereta api (KA) antara Stasiun Pekalongan dan Stasiun Sragi tidak dapat dilintasi, mengganggu sejumlah perjalanan KA lintas Jawa Tengah dan memaksa PT Kereta Api Indonesia (Persero) melakukan pengalihan rute serta pembatalan jadwal. Genangan air mencapai ketinggian sekitar 10 sentimeter di atas kepala rel pada petak jalan Stasiun Pekalongan-Stasiun Sragi, tepatnya di KM 88+6/7, menjadikan jalur hulu dan hilir tidak aman dan berbahaya untuk dilewati KA.

Akibat kondisi ini, Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menyatakan bahwa jalur KA terpaksa ditutup sementara demi keselamatan perjalanan. Tujuh perjalanan KA jarak jauh terhambat, termasuk KA Jayabaya, KA Harina, KA Argo Anjasmoro, KA Tawangjaya Premium, KA Blambangan Ekspres, KA Kertajaya, dan KA Dharmawangsa. Sejumlah kereta api dari arah barat menuju timur dialihkan melalui jalur selatan, melintasi rute Tegal-Prupuk-Kroya-Solobalapan-Gundih-Gambringan-Semarang Tawang. Sementara itu, empat perjalanan KA yang dibatalkan keberangkatannya adalah KA Kaligung (217) rute Semarang Poncol-Cirebon Prujakan, KA Merbabu (23) rute Semarang Tawang-Gambir, KA Kaligung (216) rute Tegal-Semarang Poncol, dan KA Merbabu (24) rute Gambir-Semarang Tawang.

PT KAI Daop 4 Semarang terus melakukan pemantauan intensif terhadap ketinggian air di lokasi dan telah menyiapkan lokomotif jenis BB 304 yang memiliki kemampuan melintas di genangan air untuk menarik rangkaian kereta dari arah timur menuju barat. Luqman Arif juga menyampaikan permohonan maaf kepada para pelanggan atas gangguan perjalanan yang terjadi, menegaskan bahwa keselamatan perjalanan dan operasional KA menjadi prioritas utama.

Insiden banjir yang mengganggu operasional kereta api di Pekalongan bukanlah fenomena baru. Wilayah ini kerap menjadi langganan banjir, yang secara historis telah menimbulkan dampak signifikan pada infrastruktur transportasi dan kehidupan masyarakat. Pada awal tahun 2025, misalnya, banjir bandang yang melanda wilayah Kedungwuni Barat, Kabupaten Pekalongan, juga menyebabkan kerusakan parah dan mendorong PT KAI turut serta dalam upaya pemulihan pasca-bencana dengan menyalurkan bantuan material bangunan senilai Rp250 juta untuk perbaikan rumah warga terdampak. Kunjungan perwakilan PT KAI bersama DPR RI pada Maret 2025 untuk meninjau lokasi banjir dan menindaklanjuti permohonan bantuan menunjukkan pengakuan terhadap masalah yang berulang ini.

Terulangnya kejadian ini menyoroti tantangan berkelanjutan bagi PT KAI dan pemerintah daerah dalam memastikan ketahanan infrastruktur vital menghadapi perubahan iklim dan cuaca ekstrem. Kerentanan jalur kereta api di Pekalongan terhadap banjir tidak hanya mengganggu mobilitas penumpang dan logistik, tetapi juga menimbulkan kerugian ekonomi yang substansial. Analisis jangka panjang menunjukkan perlunya solusi komprehensif, mulai dari peningkatan sistem drainase di sepanjang jalur rel hingga pembangunan tanggul atau elevasi jalur di titik-titik rawan. Keterlibatan berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat, daerah, dan BUMN seperti PT KAI, krusial untuk merumuskan dan mengimplementasikan strategi mitigasi yang efektif. Mengingat peran strategis jalur Pantura sebagai arteri transportasi Jawa, investasi dalam adaptasi iklim pada infrastruktur perkeretaapian menjadi imperatif untuk menjamin kelancaran konektivitas dan mendukung perekonomian regional. Tanpa penanganan akar masalah yang serius, gangguan operasional akibat banjir di Pekalongan berpotensi terus berulang dan menghambat pembangunan.