Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Banjir Malam Ini: Daan Mogot Jakbar Lumpuh, Macet Parah Mencekik Lalu Lintas

2026-01-22 | 22:02 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-22T15:02:03Z
Ruang Iklan

Banjir Malam Ini: Daan Mogot Jakbar Lumpuh, Macet Parah Mencekik Lalu Lintas

Hujan deras yang mengguyur sejak pagi hingga malam hari ini, Kamis (22/1/2026), menyebabkan Jalan Daan Mogot di Jakarta Barat terendam banjir dengan ketinggian air bervariasi antara 15 hingga 60 sentimeter, melumpuhkan sebagian ruas jalan dan memicu kemacetan panjang hingga berkilo-kilometer. Genangan terpantau paling parah di sekitar kilometer 13, Flyover Pesing, kawasan Taman Kota Cengkareng, Jembatan Gantung, hingga area Samsat Jakarta Barat, memaksa pengendara memutar arah atau berisiko kendaraan mogok di tengah genangan air.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat hingga pukul 15.00 WIB, terdapat 45 Rukun Tetangga (RT) dan 22 ruas jalan di Ibu Kota yang tergenang, dengan Jakarta Barat menjadi salah satu wilayah paling terdampak. Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, mengonfirmasi meluasnya genangan ini akibat curah hujan tinggi dan terbatasnya kapasitas saluran air di sejumlah titik. Di Jalan Daan Mogot, genangan mencapai 50 sentimeter di sekitar Samsat Jakarta Barat, menyebabkan antrean kendaraan dari arah Cengkareng menuju Grogol. AKP Sudarmo, KBO Satlantas Polres Metro Jakarta Barat, melaporkan ketinggian air di beberapa titik mencapai 60 sentimeter, terutama dari turunan Pesing hingga putaran Satpas SIM dan Jembatan Gantung, menyebabkan jalur bus Transjakarta menjadi satu-satunya yang masih bisa dilalui, meskipun banyak separator yang roboh. Pengalihan arus lalu lintas dilakukan di lampu merah Green Mansion dan Green Garden, mengarahkan kendaraan dari Grogol menuju Daan Mogot belok kiri ke Jalan Panjang karena kondisi banjir yang dalam dan berisiko bagi kendaraan kecil.

Fenomena banjir di Jalan Daan Mogot bukanlah kejadian terisolasi. Kawasan ini secara historis menjadi langganan banjir saat curah hujan tinggi, seperti yang terjadi pada 12 Januari dan 18 Januari 2026, bahkan pada Maret 2025. Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Bina Marga DKI Jakarta, Siti Dinnarwenny, sebelumnya mengungkapkan bahwa Flyover Pesing, bagian dari Jalan Daan Mogot, sering tergenang karena adanya sumbatan pada sistem drainase. Meskipun perbaikan drainase telah dilakukan sejak tahun 2025, masalah penyumbatan masih terus terjadi, diperparah dengan kerusakan jalan beton di flyover akibat dampak banjir sebelumnya. Luapan Kali Mookervart turut memperparah situasi, dengan adanya celah pada sheet pile yang akan ditutup permanen sebagai salah satu upaya jangka panjang.

Dampak langsung banjir ini terasa signifikan pada mobilitas warga. Kurir ekspedisi seperti Dani (28) terpaksa menerobos genangan setinggi 50 sentimeter di sekitar Samsat Jakarta Barat, namun mesin motornya mogok. Ia menyatakan kekhawatiran akan sanksi dari aplikasi jika terlambat mengirimkan paket. Layanan Transjakarta juga terdampak, dengan sejumlah rute mengalami keterlambatan atau pengalihan, termasuk rute 3E yang dialihkan akibat genangan di Jalan Gunung Merapi, dan penumpang di sekitar Halte Taman Kota terpaksa melepas alas kaki untuk mencapai halte.

Menanggapi situasi ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui BPBD telah mengerahkan personel untuk memantau dan menangani genangan di setiap wilayah, berkoordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air (SDA), Dinas Bina Marga, serta Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) untuk melakukan penyedotan air dan memastikan fungsi tali-tali air berjalan optimal. Mohamad Yohan, Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, menargetkan genangan dapat surut dalam waktu cepat. Sementara itu, AKP Sudarmo dari Polres Metro Jakarta Barat mengkritisi hanya dua dari empat pompa air di depan Satpas SIM dan Samsat Jakarta Barat yang berfungsi secara bergantian, mengindikasikan perlunya evaluasi efektivitas infrastruktur penanganan banjir. Upaya penanganan banjir, termasuk pengalokasian anggaran yang dipastikan tidak dipangkas untuk tahun 2026, serta instruksi Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dari Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, menunjukkan komitmen pemerintah. Namun, kejadian berulang di Jalan Daan Mogot menggarisbawahi tantangan kompleks dalam mengatasi masalah drainase perkotaan dan pengelolaan air yang berkelanjutan di tengah perubahan iklim dan urbanisasi pesat Jakarta.