Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Badan Geologi Desak Penutupan Jalur Pendakian Gunung Papandayan Akibat Longsor

2026-01-17 | 11:03 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-17T04:03:23Z
Ruang Iklan

Badan Geologi Desak Penutupan Jalur Pendakian Gunung Papandayan Akibat Longsor

Badan Geologi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) secara resmi merekomendasikan penutupan atau pengalihan jalur pendakian di Gunung Papandayan, Kabupaten Garut, Jawa Barat, menyusul insiden tanah longsor yang terjadi pada Kamis, 8 Januari 2026, sekitar pukul 15.30 WIB. Keputusan ini diambil berdasarkan analisis kondisi geologis dan potensi bahaya longsor susulan di area tersebut. Material longsor berupa tanah dan bebatuan menutupi akses utama pendakian antara Pos 7 menuju Gooberhut atau Lawang Angin, yang juga merupakan jalur populer menuju Pondok Saladah dan Hutan Mati.

Pelaksana tugas Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Lana Saria, menjelaskan bahwa titik longsor berada pada koordinat -7.31528, 107.72725, yang mengakibatkan terputusnya jalur pendakian. Jenis gerakan tanah diidentifikasi sebagai longsoran atau gelinciran rotasi, di mana massa batuan atau tanah bergerak pada bidang gelincir berbentuk cekung, kerap diikuti retakan dan terbentuknya gawir longsoran pada bagian mahkota gerakan tanah. Longsoran ini berasal dari tebing setinggi sekitar 100 meter dan menutupi area seluas kurang lebih 100 meter persegi. Tidak ada korban jiwa dilaporkan dalam kejadian ini.

Penyebab utama longsoran ini multifaktorial. Lana Saria menyoroti karakteristik batuan penyusun di lokasi kejadian, yang didominasi oleh endapan piroklastika. Batuan ini bersifat poros dan mudah jenuh air, terutama ketika berada di atas lapisan lava yang lebih kedap air. Kondisi ini diperparah dengan kemiringan lereng yang curam dan intensitas curah hujan yang tinggi, memicu gerakan tanah. Berdasarkan Peta Prakiraan Potensi Terjadi Gerakan Tanah bulan Januari 2026 dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi, lokasi bencana termasuk dalam zona potensi gerakan tanah tinggi. Zona ini memiliki probabilitas kejadian gerakan tanah lebih dari 50 persen, yang berarti sangat rentan terjadi longsor jika curah hujan di atas normal atau mengaktifkan kembali longsoran lama.

Gunung Papandayan, sebagai gunung api strato tipe A yang aktif, memiliki sejarah aktivitas vulkanik yang kaya, termasuk erupsi besar pada 11 Agustus 1772 yang menghancurkan 40 perkampungan dan menewaskan sekitar 2.957 orang, serta membentuk zona runtuhan berbentuk tapal kuda. Erupsi pada 2002 juga tercatat menyebabkan longsoran besar dinding kawah Nangklak. Keberadaan kawah aktif seperti Kawah Mas, Kawah Baru, Kawah Nangklak, dan Kawah Manuk dengan fumarola dan solfatara menunjukkan adanya aliran fluida panas yang berkelanjutan ke permukaan.

Kondisi geologis yang kompleks ini, ditambah dengan fase puncak musim hujan di Jawa Barat yang diperkirakan terjadi antara Januari hingga Maret 2026, meningkatkan risiko longsor susulan. Kapolsek Cisurupan, AKP Masrokan, yang terlibat dalam evakuasi material longsor bersama tim gabungan TNI-Polri, pengelola TWA Papandayan, dan masyarakat, mengimbau pendaki untuk tidak mendekati area longsor karena tanah masih labil. Imbauan keselamatan menjadi krusial, dan masyarakat diminta untuk tidak berkumpul di area bencana. Mitigasi struktural pasca-bencana harus mempertimbangkan cuaca dan tidak dilakukan saat atau setelah hujan. Badan Geologi juga menyarankan untuk mengarahkan aliran air menjauh dari retakan dan segera menutup retakan yang muncul dengan tanah liat atau lempung untuk mencegah longsoran membesar.

Penutupan jalur pendakian ini bukan kali pertama bagi Gunung Papandayan. Kawasan ini sebelumnya pernah ditutup akibat kebakaran hutan pada 2023 dan beberapa kali selama pandemi COVID-19. Penghentian sementara akses ini memiliki implikasi signifikan terhadap sektor pariwisata lokal yang bergantung pada kunjungan pendaki. Namun, pertimbangan keselamatan dan mitigasi bencana tetap menjadi prioritas utama untuk mencegah kerugian jiwa dan materi di masa mendatang.