Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Wonogiri Resmi Dinobatkan Sebagai Jantung Kuliner Bakso

2025-12-20 | 15:46 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-20T08:46:45Z
Ruang Iklan

Wonogiri Resmi Dinobatkan Sebagai Jantung Kuliner Bakso

Pemerintah Kabupaten Wonogiri secara resmi mengukuhkan Wonogiri sebagai Kota Bakso. Pengukuhan ini dilaksanakan bersamaan dengan acara pemberian penghargaan Wonogiri Innovation Award (WIA) dan Lomba Krenova, yang digelar di Pendopo Rumah Dinas Bupati Wonogiri pada Kamis, 18 Desember 2025 lalu.

Inisiatif pengukuhan ini diharapkan dapat mengoptimalkan potensi lokal, khususnya dalam memanfaatkan hasil ternak sapi warga Wonogiri sebagai bahan baku utama pembuatan bakso, sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar. Ketua Umum Bakso Wonogiri Mendunia, Maryanto, menyatakan bahwa penghargaan ini merupakan langkah awal untuk lebih memperkenalkan Wonogiri sebagai Kota Bakso. Ia juga berharap agar semua pihak dapat bersama-sama membesarkan Bakso Wonogiri Mendunia, dengan rencana pembentukan perwakilan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) di seluruh Indonesia.

Popularitas bakso Wonogiri telah lama dikenal luas hingga ke berbagai pelosok negeri. Sejak era 1950-an, bakso Wonogiri sudah mulai dikenal di Jakarta dan sekitarnya, dengan banyak tokoh pedagang bakso zaman dulu berasal dari Wonogiri. Bakso Wonogiri memiliki ciri khas berupa bola daging yang lembut dan kenyal, serta kuah kaldu sapi bening yang gurih.

Sejarahnya, banyak warga Wonogiri, terutama dari desa-desa seperti Bubakan dan Giriwarno di Kecamatan Girimarto, merantau ke kota-kota besar untuk berjualan bakso. Diperkirakan ada sekitar 10.000 pedagang bakso asal Wonogiri yang tergabung dalam Komunitas Pedagang Bakso (KPB) Indonesia dan Paguyuban Pedagang Mi dan Bakso (Papmiso) di berbagai kota besar. Kesuksesan mereka bahkan terlihat dari banyaknya rumah mewah di desa-desa asal mereka di Wonogiri.

Sebelum pengukuhan resmi ini, Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno, telah menunjukkan keseriusan dalam menjadikan bakso sebagai ikon daerah. Ide tersebut sempat dicuatkan dalam Festival Mi Ayam dan Bakso yang sukses digelar di Alun-Alun Giri Krida Bakti Wonogiri pada Juli 2025, dengan perputaran uang mencapai Rp800 juta. Bupati Setyo juga berencana membentuk Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) untuk bakso Wonogiri guna menjaga kualitas, standar produksi, dan identitas produk, bahkan mempertimbangkan pendaftaran ke UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda.