Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Solusi Gus Salam Jombang: Kunci Redam Gejolak Internal PBNU

2025-12-15 | 20:45 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-15T13:45:01Z
Ruang Iklan

Solusi Gus Salam Jombang: Kunci Redam Gejolak Internal PBNU

Pengasuh Pondok Pesantren Mamba'ul Ma'arif Denanyar Jombang, KH Abdussalam Shohib atau yang akrab disapa Gus Salam, mengusulkan Muktamar Luar Biasa (MLB) sebagai solusi konstitusional untuk menyelesaikan gejolak internal yang kini melanda Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Gus Salam menilai MLB merupakan mekanisme yang elegan dan bermartabat untuk mengakhiri dugaan pelanggaran berat oleh para mandataris serta mencabut mandat yang telah diberikan. Usulan ini muncul di tengah kian memanasnya polemik kepemimpinan PBNU, menyusul beredarnya Risalah Rapat Harian Syuriyah PBNU pada 20 November 2025 yang meminta Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) untuk mengundurkan diri.

Menurut Gus Salam, keributan di tubuh PBNU saat ini akan berkepanjangan jika masing-masing pihak terus meruncingkan dan menajamkan masalah berdasarkan cara pandangnya sendiri. Ia berpendapat bahwa konstruksi dan penyelenggaraan PBNU belakangan ini telah dibangun di atas landasan yang rapuh dan penuh prasangka, mengabaikan prinsip Ahlussunnah Wal Jamaah, Qanun Asasi, serta Khittah NU. Situasi ini, lanjutnya, menunjukkan banyaknya "tindakan syubhat" yang seharusnya dihindari.

Gejolak PBNU mencapai puncaknya setelah pada 9 Desember 2025, Rapat Pleno Syuriyah PBNU memutuskan pemberhentian Gus Yahya dari jabatannya dan mengangkat KH Zulfa Musthofa sebagai Penjabat (Pj) Ketua Umum PBNU masa bakti 2025-2026. Namun, Gus Yahya secara tegas menolak keabsahan pemberhentian tersebut, menegaskan bahwa posisi Ketua Umum hanya dapat diganti melalui Muktamar, bukan rapat Syuriyah. Konflik ini memicu "saling klaim kendali" antara dua kubu yang dikenal sebagai "Kelompok Kramat" (pendukung Gus Yahya) dan "Kelompok Sultan" (pendukung keputusan pemberhentian).

Beberapa alasan yang mencuat di balik permintaan mundur Gus Yahya antara lain dugaan maladministrasi keuangan organisasi, pengambilan keputusan penting tanpa prosedur AD/ART yang sah, serta mengundang narasumber yang dikaitkan dengan jaringan Zionisme Internasional dalam Akademi Kepemimpinan Nasional Nahdlatul Ulama (AKN NU). Gus Salam, yang juga cucu pendiri NU KH Bisri Syansuri, sebelumnya pernah menyoroti gaya kepemimpinan PBNU di bawah Gus Yahya yang dinilai intervensif, arogan, dan intimidatif, tidak hanya terhadap Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tetapi juga terhadap kepengurusan internal dan daerah.

Dalam kesempatan yang sama, Gus Salam juga mewanti-wanti agar pemerintah tidak terlalu dalam melibatkan diri dalam penyelesaian masalah internal Nahdlatul Ulama, menekankan bahwa penyelesaian harus berdasarkan mekanisme konstitusional organisasi.