Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Terkuak: Wasiat dan Visi Terakhir Ustaz Jazir ASP, Ketua Dewan Syuro Jogokariyan

2025-12-29 | 05:11 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-28T22:11:35Z
Ruang Iklan

Terkuak: Wasiat dan Visi Terakhir Ustaz Jazir ASP, Ketua Dewan Syuro Jogokariyan

Ustaz Muhammad Jazir ASP, Ketua Dewan Syuro Masjid Jogokariyan Yogyakarta, menghembuskan napas terakhir pada Senin, 22 Desember 2025, pukul 04.00 WIB di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta setelah berjuang melawan komplikasi penyakit, termasuk diabetes, hipertensi, dan gagal ginjal. Kepergian tokoh sentral di balik transformasi Masjid Jogokariyan menjadi pusat peradaban dan pemberdayaan umat itu menyisakan pesan mendalam serta cita-cita strategis yang kini menjadi warisan bagi ribuan masjid di Indonesia, bahkan mancanegara.

Pesan dan cita-cita terakhir Ustaz Jazir, yang sebagian disampaikan dalam kondisi lemah di ranjang rumah sakit, terekam dan kini menjadi viral, menggarisbawahi esensi peran masjid yang melampaui fungsi ritual semata. Putra bungsu almarhum, Haidar Muhammad Tilmisani, mengungkapkan bahwa salah satu cita-cita utama ayahnya adalah mewujudkan "wakaf produktif" di setiap masjid. Konsep ini menyerukan agar dana infak masjid tidak semata-mata dihabiskan untuk pembangunan fisik, melainkan dialokasikan untuk program kemasyarakatan, operasional masjid, bahkan untuk menyediakan dana pensiun bagi para pengabdi masjid. "Wakaf produktifnya, badan usaha milik masjidnya itu bisa untuk operasional masjid, dan juga untuk memberi pensiun bagi para pengabdi di masjid," ujar Haidar, mengutip pemikiran almarhum. Ini merupakan visi jangka panjang untuk memastikan kemandirian finansial masjid dan kesejahteraan para pengurusnya, sebuah model yang telah dirintis di Masjid Jogokariyan dengan sistem saldo infak nol rupiah yang mendunia.

Selain aspek ekonomi, Ustaz Jazir juga menekankan bahwa mengelola masjid berarti "sedang membangun peradaban," bukan sekadar mengurusi bangunan. Pesan ini mencerminkan filosofi dakwah yang telah diterapkan di Jogokariyan sejak ia menjadi ketua takmir pada tahun 1999, berawal dari kampung yang mayoritas abangan dan bekas basis PKI hingga menjadi pusat keislaman yang holistik. Masjid Jogokariyan, di bawah kepemimpinannya, dikenal dengan berbagai program inovatif seperti Peta Dakwah, ATM Beras, Jamaah Mandiri, dan Kampoeng Ramadhan, yang semuanya bertujuan memberdayakan masyarakat secara sosial dan ekonomi. Model manajemen transparan dan berbasis pelayanan jamaah ini telah menjadi rujukan bagi puluhan ribu masjid di seluruh dunia. Bahkan di masa sakitnya, Ustaz Jazir dilaporkan masih memikirkan amal saleh dan perjuangan, sempat menyinggung tentang bantuan untuk bencana di Sumatera.

Yang tak kalah menyentuh adalah "kuliah terakhir" Ustaz Jazir tentang kematian dan Alam Barzakh. Dalam video yang direkam ketika ia terbaring lemah dengan alat bantu pernapasan, ia dengan tenang menyatakan bahwa kematian bukanlah hal yang menakutkan atau menyakitkan. "Alam Barzakh itu tidak mengerikan, tidak menakutkan, tidak menyakitkan," katanya, menolak mitos rasa sakit saat Izrail datang. Ia juga berpesan agar keluarganya tidak resah melihat penderitaan fisik yang tampak, sebab menurutnya, "ruh dan jiwanya itu bahagia." Pesan spiritual ini menjadi penguatan bagi jamaah untuk menghadapi takdir dengan keimanan, sekaligus menegaskan keyakinan mendalam Ustaz Jazir terhadap janji akhirat. Warisan gagasan ini diperkirakan akan terus menginspirasi pengelolaan masjid di Jawa Tengah dan Yogyakarta, mendorong institusi keagamaan untuk tidak hanya fokus pada ritual, tetapi juga menjadi motor penggerak peradaban, kemandirian ekonomi, dan kesejahteraan sosial umat.