:strip_icc()/kly-media-production/medias/5450872/original/033379400_1766201712-mobil_freeport.jpg)
Kepolisian Resor Mimika, Papua Tengah, secara tegas membantah adanya penembakan terhadap kendaraan operasional PT Freeport Indonesia (PTFI) yang mengalami pecah kaca di ruas Jalan Mile 29 Timika pada Jumat, 19 Desember 2025. Menurut keterangan resmi kepolisian, kerusakan pada kaca mobil tersebut disebabkan oleh lemparan batu yang dilontarkan menggunakan ketapel.
Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Polres Mimika, AKP Hendri A Korwa, menjelaskan bahwa insiden tersebut terjadi sekitar pukul 14.19 WIT. Saat itu, satu unit kendaraan minibus milik Industrial Public Health & Malaria Control (PHMC) PTFI dengan nomor registrasi 01-5468 sedang melintas di ruas Jalan Mile 29, tepatnya di sekitar Distrik Kwamki Narama. Kendaraan tersebut dalam perjalanan dari Pelabuhan Cargo Dock Amamapare menuju Check Point Mile 28, yang berlokasi tak jauh dari Bandara Mozes Kilangin Timika.
"Mobil tersebut terkena batu dari ketapel sehingga kaca bagian samping kiri pecah. Tidak benar ada kasus penembakan," tegas AKP Hendri di Timika, Sabtu, 20 Desember 2025. Hasil pemeriksaan di lokasi kejadian juga tidak menunjukkan adanya indikasi atau bukti penggunaan senjata api, serta tidak ditemukan ciri khas kerusakan akibat tembakan peluru.
Klarifikasi ini disampaikan menyusul beredarnya informasi yang luas di media sosial mengenai dugaan penembakan terhadap kendaraan di kawasan Mile 29 Timika. Unggahan di media sosial tersebut bahkan disertai dengan foto kendaraan berpecah kaca dan imbauan agar masyarakat menghindari jalur alternatif melalui Distrik Kwamki Narama karena dianggap rawan gangguan keamanan.
AKP Hendri menekankan pentingnya klarifikasi ini untuk meredam keresahan publik yang muncul akibat informasi yang tidak akurat. Pihak Polres Mimika memastikan bahwa situasi keamanan di area perusahaan PT Freeport Indonesia masih dalam kondisi terkendali. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya. Meskipun demikian, situasi keamanan di wilayah Distrik Kwamki Narama, yang lokasinya tidak jauh dari Bandara Mozes Kilangin Timika, memang masih tergolong rawan setelah dua kelompok masyarakat terlibat bentrok sejak beberapa waktu lalu.