Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

PLN Pastikan Infrastruktur SPKLU Siap Hadapi Lonjakan EV Nataru

2025-12-20 | 03:21 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-19T20:21:28Z
Ruang Iklan

PLN Pastikan Infrastruktur SPKLU Siap Hadapi Lonjakan EV Nataru

PT PLN (Persero) telah membeberkan strategi komprehensifnya untuk menghadapi lonjakan penggunaan kendaraan listrik (EV) yang signifikan selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Kesiapan infrastruktur pengisian daya ini difokuskan secara khusus di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, mengingat kedua daerah tersebut menjadi jalur utama dan destinasi wisata favorit.

Direktur Ritel dan Niaga PT PLN, Adi Priyanto, memproyeksikan sekitar 26.000 unit mobil listrik akan memadati jalanan selama Nataru 2025/2026, meningkat drastis dari 12.183 pemudik EV pada periode yang sama tahun sebelumnya. Lonjakan ini sejalan dengan pertumbuhan populasi kendaraan listrik di Indonesia yang kini mencapai sekitar 150.000 unit, naik dari 65.000 unit saat Nataru 2024/2025. Beberapa prediksi bahkan menyebutkan peningkatan animo masyarakat menggunakan kendaraan listrik bisa mencapai 5-6 kali lipat.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, PLN secara nasional telah menyiagakan lebih dari 1.500 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), atau tepatnya 1.515 unit, yang berarti peningkatan tiga kali lipat dari 500 unit yang disiapkan pada Nataru 2024/2025. Secara total, hingga Desember 2025, terdapat sekitar 4.600 unit SPKLU yang tersebar di lebih dari 3.500 lokasi di seluruh Indonesia.

Khusus untuk wilayah Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta, General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta, Bramantyo Anggun Pambudi, menyatakan bahwa PLN telah menyiapkan 315 unit SPKLU di 201 lokasi. Titik-titik SPKLU ini tersebar di 40 kabupaten/kota, mencakup area istirahat jalan tol Trans Jawa serta jalur non-tol utama. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dari periode sebelumnya, di mana pada Lebaran 2025 tercatat 307 SPKLU di 215 lokasi, dan pada awal tahun 2024, 98 unit SPKLU beroperasi di 56 lokasi.

Executive Vice President Pengembangan Produk Niaga PLN, Ririn Rachmawardini, menambahkan bahwa Yogyakarta menjadi salah satu titik perhatian utama karena perannya sebagai destinasi wisata dan tingginya aktivitas pariwisata pada Desember. Di wilayah Yogyakarta sendiri, tersedia sekitar 30 hingga 32 unit SPKLU yang tersebar di 20 lokasi. Kantor PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Yogyakarta bahkan dilengkapi dengan belasan titik SPKLU yang menjadi charging hub pertama di kota tersebut.

Berbagai langkah antisipatif telah disiapkan PLN untuk memastikan SPKLU beroperasi optimal. PLN membangun 5 SPKLU Center berdaya besar yang mampu menampung minimal 10 mobil, berlokasi di Rest Area 275A, 343A, 338A, 319B, dan Kantor PLN UP3 Yogyakarta, untuk meminimalkan potensi antrean. Seluruh personel PLN juga disiagakan 24 jam penuh dari H-7 hingga H+7 Nataru untuk menjaga keandalan pasokan listrik dan mendukung ekosistem kendaraan listrik. Bahkan, pada Lebaran 2025, 1.720 petugas disiapkan untuk siaga 24 jam.

Untuk memudahkan pengguna kendaraan listrik, PLN mengimbau masyarakat untuk mengoptimalkan aplikasi PLN Mobile. Fitur "Trip Planner" pada aplikasi ini memungkinkan pemudik merencanakan perjalanan, memetakan lokasi SPKLU, dan memperkirakan kebutuhan pengisian daya. Selain itu, PLN juga menyiapkan unit SPKLU Mobile untuk memberikan bantuan pengisian daya darurat bagi pengguna EV yang kehabisan daya di perjalanan.

Sebagai bentuk uji kesiapan, PLN telah melaksanakan simulasi perjalanan jarak jauh bertajuk "PLN Mobile EVenture 2025" dari Lampung hingga Surabaya pada 15-18 Desember 2025, melintasi Jawa Tengah dan Yogyakarta. Uji coba ini bertujuan memastikan seluruh SPKLU di jalur-jalur strategis siap melayani pengguna kendaraan listrik. General Manager PLN UIW Jateng & DIY, Bramantyo Anggun Pambudi, juga memastikan bahwa kondisi kelistrikan di Jawa Tengah dan DIY terpantau aman dengan cadangan daya mencapai 8.000 MWh, cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Nataru.