:strip_icc()/kly-media-production/medias/5450340/original/058125200_1766137785-banjir_bandang_di_sukabumi.jpg)
Isak tangis menyelimuti warga Kampung Babakan dan sekitarnya di Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, setelah diterjang banjir bandang dari Sungai Cidadap. Bencana yang dilaporkan pada Jumat (19/12/2025) ini tidak hanya menghanyutkan puluhan rumah, tetapi juga memutus akses warga dan meninggalkan trauma mendalam bagi para penyintas.
Salah satu kisah dramatis datang dari ibu Siti Nurlela (18), warga Kampung Babakan (juga disebut sebagai Ira, ibu dari Siti Nurlela dari Kampung Cisarua di laporan lain), yang harus mendobrak kaca jendela untuk menyelamatkan diri. Siti Nurlela menceritakan, ibunya saat itu berada di rumah sendirian ketika air Sungai Cidadap mulai menerjang dengan cepat. Meskipun posisi rumahnya cukup jauh dari bibir sungai, kuatnya arus menyeret bangunan rumahnya hingga sejauh 15 meter.
Dengan kondisi air sudah setinggi perut, ibu Siti Nurlela nekat mendobrak kaca jendela kamar untuk keluar. Beruntung, warga yang melihat Ira keluar dari rumah segera sigap menolongnya, sesaat sebelum rumah tersebut hanyut dihantam air bah. "Kondisi rumah saya sendiri sudah hanyut habis, hanya tersisa keramiknya saja. Barang-barang tidak ada yang bisa terselamatkan," ungkap Siti Nurlela dengan nada lirih di pengungsian SDN Kawungluwuk.
Kepala Desa Cidadap, Deden Antanurman, mengonfirmasi bahwa dampak banjir kali ini sangat luas, meliputi Kampung Babakan, Cisarua, Kampung Sawah Tengah, hingga Cipanas, dan Cikadaka. Berdasarkan data sementara, tercatat 164 Kepala Keluarga (KK) terdampak dengan puluhan rumah mengalami rusak berat hingga hanyut terbawa arus. Deden juga menjelaskan bahwa sekitar 400 jiwa sempat terisolir selama dua hari karena jembatan utama yang hancur.
Saat ini, Siti Nurlela dan keluarganya telah mengungsi selama empat hari dan sangat berharap adanya bantuan rumah sementara atau relokasi dari pemerintah. Bantuan dari Dinas Sosial (Dinsos), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Basarnas telah masuk ke lokasi terdampak. Pemerintah Kabupaten Sukabumi juga telah memberlakukan tanggap darurat pasca bencana ini. Libur sekolah diberlakukan hingga Januari untuk mendukung penanganan bencana. Sekitar 500 jiwa di Kecamatan Simpenan saat ini mengungsi dan kebutuhan logistik, kesehatan, serta tempat tidur mereka dipastikan terpenuhi.