:strip_icc()/kly-media-production/medias/4741945/original/019143700_1707810771-VideoCapture_20240213-143018-01.jpeg)
FX Hadi Rudyatmo, politikus senior PDI Perjuangan dan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD PDIP Jawa Tengah, resmi mengundurkan diri dari jabatannya pada pertengahan Desember 2025 setelah serangkaian pertemuan dengan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri. Keputusan ini, yang dilatarbelakangi diskusi internal partai dan pertimbangan soliditas, menandai perubahan signifikan dalam kepemimpinan partai di salah satu basis terkuat PDIP di Indonesia. Surat pengunduran diri Rudy tertanggal 12 Desember 2025 dan ditujukan kepada Megawati, dengan tembusan kepada jajaran DPP, DPD, dan DPC PDIP se-Jawa Tengah.
Sebelum mundur, FX Rudy dikabarkan sempat dua kali bertemu Megawati Soekarnoputri, yakni di Bali dan Jakarta. Dalam pertemuan di Jakarta, pembahasan utama menyangkut penjaringan calon ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP se-Jawa Tengah. Rudy juga mengungkapkan adanya diskusi mengenai sejumlah nama yang diproyeksikan sebagai pendamping dalam struktur kepengurusan DPC, termasuk Djarot Saiful Hidayat dan Ganjar Pranowo.
Beberapa alasan mengemuka di balik keputusan pengunduran diri mantan Wali Kota Solo tersebut. Salah satunya adalah demi menjaga soliditas, persatuan, dan kesatuan partai, sebuah pernyataan yang ditegaskan oleh Rudy sendiri. Ia juga merasa tidak mampu memimpin DPD PDIP Jawa Tengah di tengah situasi internal yang dinamis serta perbedaan pandangan.
Selain itu, munculnya nama-nama lain dalam bursa calon ketua DPD PDIP Jawa Tengah disebut menjadi pemicu Rudy membatalkan agenda kunjungannya ke DPC-DPC se-Jawa Tengah. Ia khawatir tindakannya akan disalahartikan sebagai upaya mencari dukungan, mengingat dirinya adalah Plt yang ditugaskan langsung oleh Ketua Umum. Rudy juga menyinggung adanya sindiran di media sosial yang mempertanyakan kemampuannya memimpin sebagai "lulusan TK".
Ketua DPP PDIP Deddy Sitorus menyatakan bahwa tugas FX Rudy sebagai Plt memang telah selesai, yaitu melakukan konsolidasi pascakongres di Jawa Tengah. Dengan demikian, penentuan personel selanjutnya menjadi kewenangan mekanisme DPP partai dan keputusan Ketua Umum.
Dalam surat pengunduran dirinya, Rudy menegaskan loyalitasnya kepada Megawati dan keinginannya untuk kembali menjadi anggota biasa PDIP, sebuah posisi yang telah ia emban selama 48 tahun pengabdiannya. Sikap ini mencerminkan dedikasi panjangnya terhadap partai, yang tidak terganggu oleh dinamika posisi struktural.
Pengunduran diri FX Rudy ini memiliki implikasi penting bagi konstelasi politik PDIP di Jawa Tengah. Jawa Tengah dikenal sebagai "kandang banteng", basis pemilih PDIP yang signifikan. Transisi kepemimpinan ini akan sangat menentukan arah konsolidasi partai menjelang pemilihan umum dan pemilihan kepala daerah mendatang. Meskipun DPC PDIP Solo menyerukan agar kader tetap solid dan tidak bermanuver, proses penggantian ketua DPD definitif akan menjadi perhatian utama. Perdebatan internal dan isu pembatalan Konferensi Daerah (Konferda) juga mengindikasikan bahwa dinamika di tingkat provinsi membutuhkan penanganan strategis dari DPP PDIP.