:strip_icc()/kly-media-production/medias/5451501/original/018942000_1766304718-Pohon.jpeg)
JAKARTA – Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Sudin Tamhut) Jakarta Barat telah mengintensifkan inspeksi serta pemangkasan ribuan pohon di delapan kecamatan sepanjang tahun 2025, melibatkan tim "dokter pohon" yang dilengkapi teknologi ultrasonografi, guna mencegah insiden tumbang akibat hujan deras dan angin kencang. Langkah proaktif ini diambil menyusul prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai potensi cuaca ekstrem hingga Januari 2026. Hingga pekan kedua Desember 2025, sebanyak 9.346 pohon telah ditangani, mencakup pemangkasan ringan, sedang, berat, hingga penebangan, untuk memastikan keselamatan warga dan meminimalkan gangguan infrastruktur kota.
Program "dokter pohon," yang dijalankan oleh Unit Pelaksana Teknis Pengembangan Tanaman Perkotaan (UPT PTP) DKI Jakarta, memeriksa kondisi fisik pohon, termasuk akar, batang, dan tajuk, menggunakan ultrasonografi untuk mendeteksi potensi keropos atau kerapuhan. Kepala Sudin Tamhut Jakarta Barat, Dirja Kusuma, menyatakan penambahan personel pemangkasan yang terampil mengoperasikan sensor guna memperkuat upaya ini. Plt. Wali Kota Jakarta Barat, Yuli Hartono, juga telah menginstruksikan pemangkasan intensif terhadap pohon-pohon tua yang rawan tumbang.
Ibu kota secara historis rentan terhadap kejadian pohon tumbang saat cuaca buruk, seringkali mengakibatkan kerugian materiil seperti kerusakan kabel listrik, kendaraan, dan bangunan, serta yang paling memilukan, korban jiwa. Pada 3 Juli 2024, 12 pohon tumbang di Jakarta menyebabkan gangguan, sementara insiden pada 2 Desember 2024 menumbangkan 13 pohon dan merusak empat kendaraan. Kejadian pada 30 Oktober 2025 bahkan menelan dua korban jiwa di Jakarta Selatan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen menanggung seluruh biaya perawatan dan santunan bagi korban.
Inisiatif ini didukung oleh Peraturan Gubernur Nomor 24 Tahun 2021 tentang Pengelolaan dan Perlindungan Pohon, yang tidak hanya mengatur perencanaan dan pemeliharaan, tetapi juga memfasilitasi partisipasi masyarakat dalam pendataan dan pelaporan pohon rawan tumbang. Kepala Pusat Data dan Informasi Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta, Ivan Murcahyo, menekankan pentingnya kolaborasi masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang aman dan asri. Sepanjang tahun 2024, Distamhut DKI Jakarta telah memangkas 82.571 pohon di lima wilayah kota administrasi sebagai langkah pencegahan.
Meskipun penebangan pohon tua besar yang berpotensi tumbang krusial untuk keamanan, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengakui dilema dalam menebang pohon yang juga berperan vital sebagai penyerap polutan dan penambah estetika kota. Oleh karena itu, pendekatan peremajaan pohon dilakukan selektif dengan syarat ketat dan kewajiban menanam pohon pengganti, sesuai dengan Pergub 24/2021. Pemprov DKI telah memangkas hampir 70.000 pohon rawan tumbang pada tahun 2025.
Upaya berkelanjutan "dokter pohon" di Jakarta Barat bukan sekadar respons situasional, melainkan strategi jangka panjang untuk membangun ketahanan kota terhadap dampak perubahan iklim. Peningkatan investasi pada teknologi inspeksi dan sumber daya manusia menunjukkan komitmen terhadap pengelolaan ruang hijau yang lebih cerdas. Hal ini penting bagi pembaca karena secara langsung mempengaruhi keamanan publik, mobilitas kota, dan kualitas lingkungan hidup mereka, memastikan Jakarta tetap menjadi kota yang layak huni di tengah tantangan urbanisasi dan iklim ekstrem.