Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Misteri Berdarah di Rumah Mewah Cilegon: Bocah 9 Tahun Tewas Tragis

2025-12-22 | 11:51 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-22T04:55:08Z
Ruang Iklan

Misteri Berdarah di Rumah Mewah Cilegon: Bocah 9 Tahun Tewas Tragis

Muhammad Axle, seorang bocah berusia sembilan tahun, ditemukan tewas bersimbah darah dengan puluhan luka di kediaman mewahnya di Perumahan Bukit Baja Sejahtera (BBS) 3, Kelurahan Ciwaduk, Kota Cilegon, Banten, pada Senin, 16 Desember 2025, sekitar pukul 14.20 WIB. Korban diketahui merupakan putra bungsu dari Maman Suherman, seorang Dewan Pakar Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Cilegon.

Penemuan tragis ini bermula ketika ayah korban, Maman Suherman, menerima panggilan telepon panik dari anak keduanya yang meminta pertolongan. Setibanya di rumah, Maman mendapati putranya sudah tergeletak dalam kondisi tengkurap, bersimbah darah, dan menderita luka serius. Korban segera dilarikan ke Rumah Sakit Bethsaida Kota Cilegon, namun dinyatakan meninggal dunia setelah pemeriksaan medis.

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan bahwa Muhammad Axle mengalami luka sayatan di bagian leher dan selangkangan, serta belasan luka tusukan. Kasi Humas Polres Cilegon, AKP Sigit Dermawan, mengonfirmasi adanya sekitar 19 luka tusukan akibat benda tajam dan beberapa luka akibat benda tumpul pada tubuh korban, dengan total 22 luka. Hingga kini, aparat kepolisian dari Polres Cilegon masih terus melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap pelaku dan motif di balik pembunuhan sadis ini.

Meskipun ditemukan sejumlah luka serius, polisi memastikan bahwa tidak ada barang berharga milik korban maupun keluarga yang hilang dari rumah tersebut, menepis dugaan awal perampokan. Kasat Reskrim Polres Cilegon, AKP Yoga Tama, menyatakan bahwa dugaan sementara adalah pembunuhan, bukan perampokan. Kondisi rumah mewah tersebut, yang dilengkapi kamera pengawas, justru menambah kompleksitas penyelidikan karena CCTV di dalam rumah dilaporkan telah rusak atau mati selama kurang lebih dua minggu sebelum kejadian. Pihak kepolisian tengah berupaya mencari rekaman CCTV dari rumah tetangga atau lingkungan sekitar untuk membantu proses penyelidikan.

Sejauh ini, polisi telah memeriksa sedikitnya delapan orang saksi, termasuk anggota keluarga korban dan warga sekitar. Fakta terbaru dalam penyelidikan mengungkapkan bahwa Maman Suherman sempat memecat empat pegawainya sebelum insiden terjadi, dan polisi tengah mendalami peran serta alibi orang-orang terdekat korban, termasuk para pegawai yang baru saja dipecat. Petugas keamanan lingkungan juga menyebutkan bahwa dua asisten rumah tangga (ART) di kediaman mewah tersebut sudah pulang sebelum peristiwa pembunuhan terjadi, dan saat kejadian hanya ada korban bersama kakaknya di rumah.

Kapolres Cilegon, AKBP Martua Raja Silitonga, meminta masyarakat dan media untuk memberikan waktu kepada aparat kepolisian dalam melaksanakan tugas. Ia juga mengharapkan dukungan informasi sekecil apa pun yang dapat membantu penyidik. Kasus ini menarik perhatian publik secara luas, terutama karena korban masih di bawah umur dan berasal dari keluarga tokoh politik daerah. Dewan Pimpinan Pusat PKS melalui Ketua Bidang Advokasi, Nurul Amalia, mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas perkara ini dan memastikan hak-hak keluarga korban mendapatkan perlindungan serta pendampingan hukum. Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PKS, Hidayat Nur Wahid, juga mendesak pengungkapan kasus ini hingga tuntas sebagai bukti penegakan hukum yang adil.

Misteri di balik kematian Muhammad Axle ini menciptakan kekhawatiran mendalam mengenai keamanan anak-anak dan potensi kejahatan serius di lingkungan perumahan yang seharusnya aman. Sementara penyelidikan terus berlanjut, masyarakat menantikan transparansi dan keadilan dari aparat penegak hukum dalam mengungkap motif dan menangkap pelaku kejahatan keji ini.