:strip_icc()/kly-media-production/medias/2869810/original/027416300_1564641875-20190801-Kongres-V-PDI-Perjuangan-Siap-Digelar-TEBE-2.jpg)
Konferensi Daerah (Konferda) dan Konferensi Cabang (Konfercab) PDI Perjuangan se-Jawa Timur resmi dibuka secara serentak pada Sabtu, 20 Desember 2025, hingga Minggu, 21 Desember 2025, di Hotel Shangri-La Surabaya. Agenda ini menjadi putaran terakhir konsolidasi nasional internal partai di wilayah Jawa, dengan seluruh rangkaian konsolidasi PDI Perjuangan ditargetkan rampung pada bulan Desember 2025. Setelah Jawa Timur, agenda serupa akan dilanjutkan di Sulawesi Utara, Jawa Tengah, dan Sumatera Barat.
Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Ideologi dan Kaderisasi, Djarot Saiful Hidayat, menegaskan bahwa pelaksanaan Konferda dan Konfercab di Jawa Timur memiliki arti strategis dalam agenda konsolidasi nasional partai. Menurut Djarot, agenda ini bukan sekadar rutinitas lima tahunan, melainkan momentum penting untuk introspeksi, konsolidasi, serta regenerasi kepemimpinan partai agar tetap relevan dengan kebutuhan rakyat. Ia menekankan pentingnya kepengurusan PDI Perjuangan lahir dari kader yang setia, bukan karena kepentingan pribadi, dengan proses pemilihan dan penyusunan kepengurusan di tingkat daerah dilakukan secara selektif, terukur, dan berlandaskan prinsip meritokrasi kader. Djarot juga mengingatkan pentingnya kepekaan sosial kader di tengah berbagai bencana alam serta menekankan agar seluruh jajaran partai meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi siklon tropis, khususnya di wilayah Jawa bagian selatan.
Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, secara langsung membuka Konferda dan Konfercab ini. Dalam sambutannya, Hasto meminta kadernya agar lebih peka dan rutin turun mendekat ke rakyat guna memahami secara langsung persoalan yang dihadapi di lapangan. Ia menggarisbawahi posisi strategis Jawa Timur sebagai "soko guru" atau tiang penyangga bangsa. Hasto memaparkan lima alasan historis yang menjadikan Jawa Timur penting bagi partai berlambang banteng moncong putih tersebut, yaitu kejayaan Nusantara dengan Majapahit sebagai pusat peradaban, jejak ideologis Bung Karno yang lahir dan ditempa pemikirannya di Jawa Timur, Resolusi Jihad KH Hasyim Asy'ari yang melahirkan peristiwa 10 November 1945, peristiwa 7 Desember 1993 di Jawa Timur saat Megawati Soekarnoputri menyatakan diri sebagai Ketua Umum PDI Perjuangan secara de facto, serta sejarah perlawanan arus bawah rakyat yang berujung pada runtuhnya rezim Orde Baru, dengan kawasan Pandegiling, Surabaya, sebagai simbol perjuangan tersebut.
Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Said Abdullah, turut menegaskan bahwa Konferda dan Konfercab ini merupakan momentum untuk penguatan solidaritas partai, bukan ajang perpecahan. Sementara itu, Ketua Steering Committee (SC) Konferda-Konfercab PDI Perjuangan se-Jawa Timur, Budi Sulistyono atau Kanang, menyatakan bahwa agenda konsolidasi ini bertujuan untuk menguatkan struktural partai dan menata kepengurusan guna memperkuat kerja-kerja kerakyatan sekaligus memperkokoh persatuan kader. Konsolidasi ini diharapkan menghasilkan kepengurusan yang lebih segar dan mempersiapkan program-program partai untuk menjawab tantangan dinamika politik dan pemerintahan yang semakin dinamis ke depan.