:strip_icc()/kly-media-production/medias/5451395/original/038980500_1766294968-Warga_bakar_kantor_polisi_di_Sumut__2_.jpeg)
Ratusan warga Desa Singkuang I dan Desa Singkuang II di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, merusak dan membakar Kantor Polsek Muara Batang Gadis pada Sabtu, 20 Desember 2025. Aksi anarkis ini dipicu oleh kesalahpahaman informasi mengenai terduga pengedar narkoba berinisial Romadon yang sebelumnya diamankan warga dan diserahkan kepada pihak kepolisian. Romadon dilaporkan melarikan diri dari tahanan pada dini hari Sabtu, sekitar pukul 04.00 WIB, sebelum tindakan anarki massa terjadi.
Insiden ini bermula ketika Romadon, yang diduga terlibat peredaran sabu, diamankan warga pada Jumat, 19 Desember 2025, sekitar pukul 16.30 WIB, kemudian diserahkan ke Polsek Muara Batang Gadis. Informasi yang beredar di masyarakat menyebutkan bahwa terduga pelaku dilepaskan oleh polisi, memicu kemarahan dan kekecewaan kolektif. Namun, Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) dan Kapolres Mandailing Natal membantah tudingan pelepasan tersebut, menegaskan bahwa Romadon melarikan diri saat masih dalam proses pemeriksaan dan kini dalam pengejaran.
Kerusakan yang ditimbulkan sangat parah, menyebabkan markas Polsek Muara Batang Gadis lumpuh total. Bangunan kantor ludes terbakar dengan atap yang hancur dan seluruh ruangan rusak parah. Selain itu, satu unit mobil dinas kepolisian terbalik dan terbakar, serta beberapa unit sepeda motor dinas dan pribadi milik personel turut hangus. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Peristiwa ini menyoroti kerapuhan kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum di beberapa daerah. Kecurigaan terhadap praktik "tangkap lepas" yang beredar luas, terlepas dari kebenaran faktualnya, menunjukkan adanya akumulasi ketidakpuasan masyarakat terhadap penanganan kasus narkotika yang dinilai tidak adil atau transparan. Kemarahan warga juga mencerminkan keresahan mendalam atas maraknya peredaran narkoba yang mengancam generasi muda di wilayah tersebut.
Polda Sumut telah memulai pemeriksaan internal terhadap personel Polsek Muara Batang Gadis untuk menyelidiki kaburnya tahanan dan potensi kelalaian. Kapolres Mandailing Natal, AKBP Arie Paloh, mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi informasi yang belum terverifikasi. Insiden ini menjadi bahan evaluasi serius bagi Polres Mandailing Natal dan Polda Sumut guna memperkuat upaya pencegahan dan meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian.
Implikasi jangka panjang dari peristiwa ini mencakup perlunya restorasi kepercayaan publik terhadap kepolisian, khususnya di tingkat akar rumput. Transparansi dalam penanganan kasus hukum dan akuntabilitas personel menjadi krusial untuk mencegah insiden serupa di masa depan. Kegagalan mengatasi akar masalah seperti peredaran narkoba dan memulihkan keyakinan masyarakat dapat memperdalam jurang antara warga dan aparat penegak hukum, berpotensi memicu ketidakstabilan sosial lebih lanjut.