Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Geger Tambang Emas Ketapang: WNA China Serang TNI Pakai Senjata Tajam

2025-12-16 | 16:07 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-16T09:07:39Z
Ruang Iklan

Geger Tambang Emas Ketapang: WNA China Serang TNI Pakai Senjata Tajam

Terjadi insiden penyerangan yang melibatkan belasan Warga Negara Asing (WNA) asal China terhadap lima anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan seorang petugas keamanan perusahaan di area tambang emas PT Sultan Rafli Mandiri (PT SRM), Desa Pemuatan Batu, Kecamatan Tumbang Titi, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, pada Minggu, 14 Desember 2025, sekitar pukul 15.40 WIB.

Kronologi kejadian bermula sekitar pukul 15.30 WIB ketika petugas keamanan sipil PT SRM bernama Iwan mendapati adanya aktivitas penerbangan drone mencurigakan di sekitar area tambang. Iwan kemudian melakukan pengejaran terhadap pihak yang menerbangkan drone tersebut. Pada saat yang bersamaan, lima anggota TNI dari Batalyon Zeni Tempur 6/Satya Digdaya (Yonzipur 6/SD) Anjungan yang sedang melaksanakan Latihan Dalam Satuan (LDS) di lokasi turut membantu pengejaran tanpa membawa senjata api.

Sekitar 300 meter dari pintu masuk PT SRM, rombongan keamanan perusahaan dan TNI menemukan empat WNA China yang diduga mengoperasikan drone. Namun, situasi mendadak memanas ketika sebelas WNA lainnya tiba-tiba muncul, sehingga total WNA yang terlibat menjadi 15 orang. Kelompok WNA tersebut langsung melakukan penyerangan secara agresif terhadap enam orang yang melakukan pengejaran (satu warga sipil dan lima anggota TNI). Mereka menggunakan senjata tajam jenis parang, airsoft gun, dan satu alat setrum.

Akibat penyerangan tersebut, lima anggota TNI diserang dan dua kendaraan milik perusahaan, yaitu satu mobil dan satu sepeda motor, mengalami kerusakan berat. Karena kalah jumlah dan untuk menghindari bentrokan yang lebih besar, anggota TNI dan petugas keamanan sipil terpaksa mundur ke area perusahaan.

Kapendam XII/Tanjungpura Kolonel Infanteri Yusub Dody Sandra mengonfirmasi insiden ini dan menyatakan bahwa motif penyerangan serta penerbangan drone masih dalam penyelidikan. Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris juga menyatakan bahwa pihaknya masih mengklarifikasi dengan pihak-pihak terkait. Sementara itu, 15 WNA China yang terlibat dalam insiden ini telah diamankan oleh pihak kepolisian dan diserahkan ke Kantor Imigrasi Kelas II Non-TPI Ketapang untuk pemeriksaan lebih lanjut terkait legalitas keimigrasian mereka. Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian (Kasi Tikim) Kantor Imigrasi Ketapang, Ida Bagus Putu Widia Kusuma, menyebut bahwa 15 WNA tersebut adalah pemegang Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) dengan sponsor dari manajemen lama PT Sultan Rafli Mandiri. Pihak Imigrasi akan mendukung aparat penegak hukum terkait pelanggaran yang dilakukan oleh orang asing. Hingga saat ini, belum ada laporan korban jiwa, dan situasi di sekitar area tambang dilaporkan kondusif.