Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Fadli Zon Desak Gedung Sarekat Islam Bangkit Jadi Ikon Budaya

2025-12-19 | 21:48 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-19T14:48:12Z
Ruang Iklan

Fadli Zon Desak Gedung Sarekat Islam Bangkit Jadi Ikon Budaya

Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon menegaskan komitmennya untuk merevitalisasi Gedung Sarekat Islam (SI) di Semarang pada tahun 2026 mendatang. Bangunan bersejarah yang terletak di Kampung Gendong Utara, Kelurahan Sarirejo, Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang, Jawa Tengah, ini akan dihidupkan kembali sebagai ruang budaya yang komprehensif.

Kunjungan Menteri Kebudayaan pada Jumat (19/12/2025) sore dilakukan untuk melihat langsung kondisi dan nilai historis bangunan seluas sekitar 1.000 meter persegi tersebut. Fadli Zon menyoroti pentingnya gedung ini sebagai saksi bisu perjalanan penting bangsa, mulai dari masa pergerakan nasional hingga perjuangan mempertahankan kemerdekaan, termasuk saat Perang Lima Hari di Semarang. Gedung ini tercatat pernah menjadi pusat aktivitas pergerakan, tempat pertemuan tokoh-tokoh bangsa, serta lokasi berdirinya Sekolah Sarekat Islam oleh Tan Malaka.

Meskipun memiliki nilai sejarah yang tinggi dan telah ditetapkan sebagai cagar budaya tingkat Kota Semarang, kondisi gedung yang dikelola oleh Yayasan Baitul Muslimin (Yabami) ini saat ini memprihatinkan. Dinding retak, atap bocor, dan cat mengelupas menjadi tanda kerusakan yang nyata, meskipun gedung tersebut masih difungsikan untuk kegiatan masyarakat. Bahkan, sekitar tahun 2011-2012, gedung ini sempat direncanakan untuk dirobohkan.

Fadli Zon menyatakan bahwa pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Semarang serta Yayasan Baitul Muslimin untuk membahas anggaran dan konsep revitalisasi. Harapannya, setelah direvitalisasi, gedung ini dapat dimanfaatkan sebagai ruang edukasi, literasi, dan pembelajaran sejarah bangsa. Peruntukan spesifik seperti museum masih akan dibahas bersama, namun yang terpenting adalah kebermanfaatannya sebagai ruang belajar budaya yang dapat digunakan untuk seminar, diskusi, dialog, atau pengajian.