
Badan Gizi Nasional (BGN) telah memastikan ketersediaan dana dalam virtual account untuk Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) atau dapur umum program Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerah-daerah yang dilanda bencana di Sumatera. Dadan Hindayana, Kepala BGN, menegaskan bahwa dana tersebut siap digunakan untuk memasok makanan bagi para pengungsi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menyusul bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut sejak akhir November 2025.
Kebijakan ini diambil untuk memastikan kebutuhan gizi ribuan warga terdampak bencana dapat terpenuhi secara berkelanjutan. Ratusan fasilitas SPPG, yang sebelumnya digunakan untuk program MBG, kini dialihfungsikan menjadi dapur umum darurat untuk melayani pengungsi. Hingga saat ini, tercatat ada 319 SPPG yang telah dialihkan fungsinya sebagai dapur umum, dengan dana operasional yang telah dikirimkan ke setiap titik pengungsian. Hal ini memastikan layanan dapur umum tetap berjalan efektif, bahkan di tengah perpanjangan masa libur sekolah di daerah terdampak.
Dalam pelaksanaannya, BGN berkoordinasi erat dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), serta Kementerian Sosial (Kemensos) dan pemerintah daerah setempat untuk penanganan pengungsi. Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyatakan bahwa Kementerian Sosial telah mendirikan 39 dapur umum di Sumatera yang mampu memproduksi lebih dari 400.000 porsi makanan setiap harinya untuk melayani kebutuhan makan tiga kali sehari bagi para pengungsi. Dapur umum ini didirikan bekerja sama dengan Dinas Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, dengan pemerintah membantu bahan bakunya.
Pengalihan fungsi dapur MBG menjadi dapur umum dinilai sebagai bukti kehadiran cepat negara dalam situasi darurat, dengan memanfaatkan infrastruktur dan pendanaan yang sudah ada. Presiden Prabowo Subianto juga telah meninjau posko pengungsian di Langkat, Sumatera Utara, dan memastikan pasokan pangan serta kebutuhan dasar masyarakat di wilayah terdampak, termasuk daerah terisolasi, dalam kondisi cukup dan terus terpantau. Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, menambahkan bahwa kebutuhan logistik dan layanan dapur umum di wilayah seperti Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, telah terpenuhi secara berkelanjutan pascabencana. Total bantuan logistik yang telah didistribusikan ke Palembayan mencapai 2,8 ton per 9 Desember 2025, sebagian besar melalui jalur darat dan sisanya menggunakan helikopter.