:strip_icc()/kly-media-production/medias/5446368/original/019676500_1765880343-Banjir_terjang_sejumlah_tempat_di_Banyuwangi.jpg)
Banjir menerjang tiga kecamatan di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, pada Senin, 15 Desember 2025, mengakibatkan ribuan kepala keluarga (KK) terdampak. Peristiwa ini dipicu oleh hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak siang hingga malam hari, menyebabkan luapan sejumlah sungai dan saluran drainase.
Menurut Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi, Danang Hartanto, tiga kecamatan yang paling parah terdampak adalah Sempu, Srono, dan Muncar. Total 1.512 KK dilaporkan terdampak akibat luapan air sungai yang masuk ke permukiman warga.
Di Kecamatan Sempu, banjir merendam tiga dusun, yakni Karangrejo, Karanganyar, dan Mangki, dengan total 22 KK terdampak. Sementara itu, di Kecamatan Srono, satu KK dilaporkan terdampak banjir. Dampak terparah terjadi di Kecamatan Muncar, di mana empat desa terendam banjir, meliputi Desa Tembokrejo (44 KK), Desa Kedungringin (sekitar 610 KK), Desa Wringinputih (sekitar 800 KK di dua dusun), dan Desa Tapanrejo (35 KK). Khususnya di Dusun Tratas, Desa Kedungringin, genangan air dilaporkan masih mencapai sekitar 40 sentimeter.
Penyebab utama banjir ini adalah curah hujan yang sangat tinggi sehingga membuat sungai-sungai meluap, termasuk Sungai Blambangan di wilayah Muncar. Selain itu, sumbatan berupa rumpun bambu di jembatan Wagut turut memperparah kondisi aliran air, menyebabkan luapan ke permukiman warga. Banjir juga menyebabkan terendamnya fasilitas umum dan kerusakan pada akses jalan di beberapa titik.
Menanggapi bencana ini, BPBD Banyuwangi bersama tim gabungan segera turun ke lokasi untuk melakukan pendataan warga terdampak. Bantuan darurat berupa nasi bungkus dan kebutuhan dasar lainnya telah disalurkan, terutama ke titik-titik yang paling parah terendam banjir. Bupati Banyuwangi juga telah meninjau langsung wilayah terdampak di Muncar dan menginstruksikan pembersihan segera sumbatan drainase guna memperlancar aliran air. Upaya normalisasi saluran air juga tengah dilakukan.
Meskipun genangan air di sejumlah permukiman mulai surut, warga diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan. Hal ini mengingat debit air sungai masih tinggi dan potensi hujan lebat masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan.