Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Banjir Bandang Guncang Balangan Kalsel: Prioritas Bantuan Pangan, Sandang, dan Sanitasi

2025-12-28 | 06:05 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-27T23:05:30Z
Ruang Iklan

Banjir Bandang Guncang Balangan Kalsel: Prioritas Bantuan Pangan, Sandang, dan Sanitasi

Hujan deras berintensitas tinggi sejak Jumat malam hingga Sabtu, 27 Desember 2025, memicu banjir bandang di Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, merendam 1.466 rumah dan memengaruhi 1.615 kepala keluarga (KK) di delapan desa di Kecamatan Tebing Tinggi. Ketinggian air dilaporkan mencapai lebih dari dua meter, bahkan hingga menyentuh atap rumah warga di desa-desa terparah seperti Ju'uh, Sungsum, dan Gunung Batu, Kecamatan Tebing Tinggi, serta Desa Mayanau. Meski banjir mulai surut pada Sabtu malam, menyisakan lumpur tebal yang menyulitkan upaya pembersihan, warga terdampak kini sangat membutuhkan bantuan alat alkon (mesin pembuang air), logistik makanan, dan pakaian.

Kapolres Balangan AKBP Yulianor Abdi, saat meninjau lokasi, menegaskan bahwa kerusakan terparah terjadi di Kecamatan Tebing Tinggi, namun hingga saat ini tidak ada laporan korban jiwa. Selain Tebing Tinggi, Kecamatan Halong dan Awayan juga terdampak, meskipun dengan intensitas banjir yang lebih rendah. Kepala Pelaksana BPBD Balangan, H. Rahmi, menyatakan bahwa tim gabungan dari BPBD, TNI-Polri, dan relawan telah diterjunkan untuk mengevakuasi warga, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penyandang disabilitas. BPBD juga telah menyalurkan bantuan logistik awal ke posko di Kecamatan Tebing Tinggi, dengan prioritas pada alkon, makanan siap saji, dan pakaian bersih. Wakil Bupati Balangan, Akhmad Fauzi, mengimbau pembentukan posko logistik terpusat untuk mempermudah distribusi bantuan dan meminta masyarakat tetap waspada mengingat cuaca ekstrem.

Bencana banjir bukan hal baru bagi Kabupaten Balangan, yang secara geografis rentan terhadap luapan sungai. Data BPBD Balangan tahun 2022 menunjukkan lima kecamatan terdampak banjir, dengan 1.025 rumah dan 2.618 jiwa terdampak. Banjir yang terjadi di daerah aliran sungai pada Kecamatan Halong, Tebing Tinggi, Awayan, Batu Mandi, Paringin Selatan, Paringin, dan Lampihong sebelumnya juga menyebabkan kerusakan signifikan pada infrastruktur seperti jalan, jembatan, rumah, dan lahan pertanian. Sejak bencana banjir masif pada tahun 2021 yang hampir merendam delapan kecamatan, BPBD Balangan telah berupaya meningkatkan kesiapsiagaan dengan menyiapkan perahu dan personel Tim Reaksi Cepat (TRC) di setiap kecamatan, melalui inovasi Si Jari Tangguh (Sistem Jejaring Rescue Tanggap dan Kokoh). Langkah mitigasi jangka panjang juga mencakup inovasi BAPANGKU BAMITRA (Pembangunan Rumah Panggung Evakuasi Bencana Berbasis Kemitraan), yaitu bangunan darurat yang dirancang tahan air dan guncangan untuk perlindungan sementara, dilengkapi fasilitas dasar dan listrik cadangan. Meskipun upaya mitigasi dan kesiapsiagaan terus ditingkatkan, intensitas hujan yang tidak terduga di wilayah hulu Pegunungan Meratus tetap menjadi tantangan serius bagi pemerintah daerah dan masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi.