Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Armudji Nakhoda Baru PDIP Surabaya, Siap Gelorakan Misi Rebut Kursi Hilang

2025-12-21 | 17:26 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-21T10:26:50Z
Ruang Iklan

Armudji Nakhoda Baru PDIP Surabaya, Siap Gelorakan Misi Rebut Kursi Hilang

SURABAYA – Armudji, Wakil Wali Kota Surabaya, resmi memimpin Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Surabaya untuk periode 2025–2030. Penetapan ini berlangsung dalam Konferensi Cabang (Konfercab) di Hotel Shangri-La Surabaya pada Minggu, 22 Desember 2025. Sebagai Ketua DPC, Armudji menargetkan pengembalian kursi legislatif yang hilang pada Pemilu 2024 dan penguatan kembali dominasi partai di Kota Pahlawan.

PDI Perjuangan Surabaya menghadapi tantangan signifikan setelah kehilangan empat kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya pada Pemilu 2024, sehingga perolehan kursi menurun menjadi 15. Penurunan ini terjadi di tengah peningkatan perolehan kursi oleh Partai Gerindra yang meraih delapan kursi dan PSI dengan lima kursi pada pemilihan legislatif yang sama. Armudji menyatakan komitmen untuk merebut kembali kursi-kursi yang hilang ini, bahkan menargetkan lebih dari itu.

Sosok Armudji bukan nama baru dalam lanskap politik Surabaya. Ia dikenal sebagai politisi kawakan yang sebelumnya menjabat Ketua DPRD Surabaya sebanyak dua kali dan kini menjabat Wakil Wali Kota Surabaya. Pengalamannya yang luas sejak era 1980-an hingga 1990-an menjadikan ia figur senior dengan basis politik kuat di akar rumput PDI Perjuangan.

Dalam strateginya, Armudji menekankan konsolidasi internal partai dan gerakan langsung ke masyarakat, sesuai arahan Ketua Umum partai. Ia juga menyoroti pentingnya menggaet pemilih muda, khususnya generasi Z dan milenial, yang diperkirakan akan mendominasi suara pada Pemilu 2029. Posisinya sebagai Wakil Wali Kota Surabaya dianggap sebagai modal strategis untuk menyelaraskan kerja partai dengan kebijakan pemerintah.

Pengamat politik dari Surabaya Survey Center (SSC), I Ikhsan Rosidi, menilai Armudji memiliki popularitas dan rekam jejak politik yang sulit ditandingi kader lain. Kerja politik nyata dan kedekatannya dengan warga menjadi nilai tambah bagi kepemimpinannya di DPC PDI Perjuangan Surabaya. Namun, tantangan perubahan daerah pemilihan (dapil) juga disadari oleh Armudji sebagai faktor yang membutuhkan strategi lebih kuat.

Pemilihan Armudji ini krusial bagi PDI Perjuangan untuk merebut kembali hegemoni politik di Surabaya pasca-penurunan signifikan pada Pemilu 2024. Implikasinya mencakup reorientasi strategi partai yang lebih fokus pada basis massa muda dan konsolidasi internal demi mencapai target kemenangan legislatif dan eksekutif di masa depan. Keberhasilannya akan menjadi indikator penting bagi kekuatan PDI Perjuangan di salah satu kantong suara terbesar di Jawa Timur.