Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Vulkan Ethiopia Bangkit Setelah 12 Ribu Tahun Mati Suri

2025-11-25 | 07:39 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-11-25T00:39:11Z
Ruang Iklan

Vulkan Ethiopia Bangkit Setelah 12 Ribu Tahun Mati Suri

Sebuah gunung berapi di wilayah timur laut Ethiopia, Hayli Gubbi, meletus pada Minggu, 23 November 2025, setelah "tertidur" selama hampir 12.000 tahun. Letusan ini menyemburkan kolom abu vulkanik hingga ketinggian 14 kilometer ke langit. Pusat Peringatan Abu Vulkanik Toulouse (VAAC) mengonfirmasi bahwa awan abu melayang melintasi Laut Merah dan menyebar hingga ke Yaman, Oman, India, dan Pakistan utara, mengganggu operasional penerbangan di wilayah tersebut.

Gunung Hayli Gubbi terletak di wilayah Afar, sekitar 800 kilometer timur laut Addis Ababa, dekat perbatasan Eritrea. Wilayah ini dikenal sebagai zona aktivitas geologi intens karena berada di Lembah Celah Afrika Timur, tempat dua lempeng tektonik bertemu. Meskipun wilayah Afar sering mengalami pergerakan tektonik, Hayli Gubbi tidak memiliki catatan letusan selama periode Holosen, yang dimulai sekitar 12.000 tahun lalu. Simon Carn, seorang ahli vulkanologi dan profesor di Universitas Teknologi Michigan, serta Program Vulkanisme Global Smithsonian Institution, mengonfirmasi bahwa Hayli Gubbi "tidak memiliki riwayat letusan Holosen".

Sejauh ini, tidak ada laporan mengenai korban jiwa akibat letusan tersebut, menurut pejabat setempat, Mohammed Seid. Namun, ada kekhawatiran serius mengenai dampak ekonomi terhadap komunitas penggembala ternak di wilayah tersebut. Banyak desa telah tertutup abu, menyebabkan ternak kesulitan mencari pakan. Seid menyatakan bahwa letusan ini membawa tingkat ketidakpastian baru, terutama karena tidak ada aktivitas gunung berapi ini yang pernah didokumentasikan sebelumnya.

Warga yang tinggal di dekat gunung berapi tersebut menggambarkan kejadian itu dengan syok dan ketakutan. Ahmed Abdela, seorang penduduk setempat, mengatakan dia mendengar suara keras disertai gelombang kejut, yang terasa seperti "bom besar meledak dengan asap dan abu". Video yang beredar di media sosial menunjukkan kolom asap putih tebal membumbung tinggi ke langit.

Dampak letusan ini juga dirasakan oleh sektor penerbangan. Beberapa maskapai di India dan Asia Barat, termasuk IndiGo, Akasa Air, dan KLM, membatalkan atau mengubah rute penerbangan karena awan abu. Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (DGCA) India mengeluarkan panduan operasional yang mendesak maskapai penerbangan untuk menghindari rute dan ketinggian penerbangan yang terkena dampak abu vulkanik. Tim darurat terus memantau situasi, sementara para ahli lingkungan sedang menilai dampak penuh dari letusan Hayli Gubbi.