Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Dendam Maut Renggut Nyawa Bocah Alvaro Kiano Nugroho

2025-11-25 | 07:45 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-11-25T00:45:30Z
Ruang Iklan

Dendam Maut Renggut Nyawa Bocah Alvaro Kiano Nugroho

Penyelidikan mendalam kasus hilangnya bocah Alvaro Kiano Nugroho (6) akhirnya mengungkap fakta tragis bahwa ia diculik dan dibunuh oleh ayah tirinya, Alex Iskandar (46). Motif di balik tindakan keji ini adalah dendam yang terakumulasi terhadap ibu korban, Arum, yang diduga berselingkuh. Kasus ini mencuat setelah laporan kehilangan Alvaro pada 7 Maret 2025, yang kemudian menarik perhatian publik selama delapan bulan sebelum kerangka jasadnya ditemukan.

Alex Iskandar, yang ditangkap di kediamannya di Tangerang pada Jumat, 21 November 2025, akhirnya mengakui perbuatannya. Polisi menemukan bukti kuat dari rekam digital ponsel Alex, di mana terdapat kalimat bernada dendam seperti "gimana caranya gue balas dendam" yang muncul berulang kali, menguatkan dugaan motif sakit hati dan cemburu terhadap istrinya.

Kronologi kejadian bermula pada 6 Maret 2025. Alvaro dijemput oleh Alex dari Masjid Jami Al-Muflihun di kawasan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, dengan iming-iming akan dibelikan mainan. Namun, keesokan harinya, Alvaro terus menangis mencari kakeknya. Tangisan yang tak henti ini memicu emosi Alex, yang kemudian membekap Alvaro hingga meninggal dunia. Pembekapan terjadi di Tangerang karena korban terus meronta dan menangis saat diculik.

Setelah mengetahui Alvaro tewas, Alex membungkus jasad bocah malang itu dengan kantong plastik dan menyimpannya di bagasi mobil selama tiga hari. Pada 9 Maret 2025, Alex membuang jasad Alvaro di sebuah tempat pembuangan sampah di wilayah Tenjo, Bogor, tepatnya di kali Tenjo. Dalam proses pembuangan jasad, tersangka sempat mengajak kerabatnya yang berinisial G.

Kasus ini semakin rumit setelah Alex Iskandar ditemukan tewas gantung diri di ruang konseling tahanan Polres Metro Jakarta Selatan pada Minggu, 23 November 2025, atau dua hari setelah penangkapannya. Menurut keterangan polisi, Alex meminta izin ke toilet dan mengganti celana sekitar pukul 06.00 WIB. Sekitar pukul 06.30–09.00 WIB, rekannya melihat Alex sudah dalam posisi gantung diri. Jenazah Alex telah diperiksa di RS Polri Kramat Jati dan ditemukan pola sesuai dengan kasus gantung diri.

Penemuan kerangka dan pakaian Alvaro tiba di RS Polri Kramat Jati pada Senin dini hari, 24 November 2025, untuk pemeriksaan lebih lanjut. Pihak keluarga, termasuk ibunda Alvaro, Arum, dan neneknya, Sayem, terpukul atas kejadian ini. Nenek Alvaro, Sayem, sempat pingsan setelah mendengar kabar duka tersebut. Pihak kepolisian masih menunggu hasil tes DNA untuk memastikan identitas kerangka tersebut secara definitif. Dua anggota polisi juga diperiksa Propam terkait tewasnya Alex di dalam tahanan.