:strip_icc()/kly-media-production/medias/5423734/original/063982800_1764076247-Badan_Bank_Tanah.jpeg)
Universitas Mulawarman (Unmul) di Samarinda tengah mengambil langkah strategis untuk mengatasi keterbatasan lahan dengan menjajaki pemanfaatan tanah negara demi pengembangan fasilitas pendidikan dan riset berkelanjutan. Kolaborasi ini melibatkan Badan Bank Tanah, sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan ruang bagi ekspansi akademik yang kian mendesak.
Rektor Unmul, Prof. Abdunnur, menegaskan bahwa kampus Gunung Kelua yang saat ini seluas 69 hektare sudah tidak memadai untuk menampung kebutuhan pengembangan kampus. Perguruan tinggi terbesar di Kalimantan Timur ini berencana membuka empat fakultas baru, meliputi Fakultas Teknologi Informasi, Peternakan, Kedokteran Hewan, dan Keolahragaan, yang kesemuanya memerlukan area riset dan sarana prasarana yang luas.
Badan Bank Tanah, yang memiliki mandat untuk mendukung kepentingan umum termasuk sektor pendidikan, membuka akses pemanfaatan tanah negara. Sekretaris Badan Bank Tanah, Jarot Wahyu Wibowo, menjelaskan bahwa kolaborasi ini tidak hanya bertujuan agar kampus memanfaatkan lahan-lahan yang dikelola pihaknya, tetapi juga sebaliknya, Badan Bank Tanah mendapatkan tambahan kompetensi akademik dari Unmul. Kerja sama ini akan bersifat resiprokal, di mana Unmul akan memanfaatkan lahan, dan Badan Bank Tanah akan memperoleh kontribusi akademik untuk memperkaya arah kebijakan pengelolaan aset nasional.
Jarot menyebutkan bahwa pihaknya memiliki Hak Pengelolaan (HPL) seluas 477 hektare di Penajam Paser Utara (PPU), termasuk area yang telah dialokasikan untuk program reforma agraria. Secara keseluruhan, Badan Bank Tanah mengelola lebih dari 4.000 hektare lahan di PPU, dengan sebagian di antaranya dapat dimanfaatkan untuk kepentingan umum seperti fasilitas pendidikan. Lokasi potensial yang tengah dijajaki untuk perluasan kampus meliputi area sekitar Samarinda, Penajam Paser Utara, hingga kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Selain penyediaan lahan, Badan Bank Tanah juga membuka peluang riset bersama di bidang pertanian, pengelolaan tanah, serta investasi tata ruang. Salah satu konsep yang sedang dipertimbangkan adalah pembentukan pusat studi bersama untuk pengembangan lahan berkelanjutan dan skema investasi regional. Ini sejalan dengan harapan kolaborasi yang dapat melahirkan gagasan dan langkah nyata bagi bangsa dan negara, khususnya di Kalimantan Timur.
Pembahasan mengenai optimalisasi pemanfaatan tanah untuk kepentingan pembangunan berkelanjutan ini mengemuka dalam Landsmart Campus Series yang diselenggarakan di Unmul pada Selasa, 25 November 2025. Kegiatan ini menjadi seri pertama yang digelar di luar Pulau Jawa dan satu-satunya di Kalimantan pada tahun ini. Acara tersebut diakhiri dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Unmul dan Badan Bank Tanah, yang meliputi kerja sama riset bidang pertanahan, pendidikan masyarakat, penguatan tata ruang berkelanjutan, serta pemanfaatan lahan negara untuk sarana pendidikan tinggi.
Sebagai informasi tambahan, sebelumnya pada tahun 2022, Presiden Joko Widodo juga telah memberikan lahan seluas 2.600 hektare di kawasan IKN kepada Unmul untuk pengembangan kampus, laboratorium riset dan teknologi, serta pusat seni dan budaya. Namun, kerja sama dengan Badan Bank Tanah saat ini menjadi fokus untuk mendukung percepatan pembangunan dan kebutuhan mendesak Unmul.