:strip_icc()/kly-media-production/medias/5422496/original/020607300_1763988829-Lokasi_penganiayaan_driver_ojol_di_Sukabumi.jpg)
Seorang pengemudi ojek online (ojol) bernama Hilman (30), terkapar dengan lima luka tusukan setelah diserang oleh penumpangnya sendiri di Kampung Kertaraharja, Desa Kertaraharja, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, pada Senin, 24 November 2025, sekitar pukul 02.00 WIB. Hilman saat ini menjalani perawatan intensif di RSUD Al Mulk Sukabumi akibat luka serius di bagian kaki, tangan, dan dadanya.
Insiden berdarah ini bermula ketika pelaku, yang kemudian diketahui berinisial AMI (29) dan memiliki perawakan besar, meminta Hilman untuk diantar secara offline (tanpa aplikasi) dari kawasan Selabintana menuju Pangleseran dengan kesepakatan tarif Rp 35 ribu. Selama perjalanan, kecurigaan Hilman mulai muncul ketika pelaku tiba-tiba meminta berbelok ke sebuah jalan yang gelap dengan alasan mencari mobil travel milik temannya.
Merasa ada gelagat tidak beres, Hilman mencoba memutar balik sepeda motornya. Namun, pelaku langsung mendorong Hilman hingga terjatuh ke sisi kiri jalan. Tanpa peringatan, pelaku kemudian mengeluarkan senjata tajam jenis kerambit dan menyerang Hilman secara brutal. Hilman sempat melakukan perlawanan, namun kalah dalam duel karena pelaku bersenjata tajam dan memiliki postur tubuh yang lebih besar.
Akibat serangan tersebut, Hilman mengalami lima luka tusukan di beberapa bagian tubuhnya, termasuk kaki, tangan, dan dada. Setelah melumpuhkan korban, pelaku merampas sepeda motor Honda Beat Street milik Hilman dan langsung melarikan diri. Dalam kondisi bersimbah darah dan nyaris pingsan, Hilman merangkak ke tengah jalan untuk mencari pertolongan. Beruntung, sebuah truk yang melintas berhenti, disusul oleh pengendara lain yang turut membantu mengevakuasi Hilman ke rumah sakit.
Sebuah fakta mengejutkan terungkap setelah Hilman mendapat penanganan medis. Pelaku AMI, yang juga terluka akibat perlawanan Hilman, dibawa masuk ke ruang perawatan yang sama di RSUD Al Mulk Sukabumi. Hilman mengenali pelaku meskipun dalam kondisi lemah.
Kepolisian Sektor Sukabumi, melalui KBO Satreskrim Polres Sukabumi, Iptu Sapri, membenarkan adanya perlawanan sengit dari korban dan menyatakan bahwa penyidik masih mendalami detail kejadian tersebut. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan bahwa baik korban maupun pelaku sama-sama mengalami luka akibat perkelahian tersebut. Kasus ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian.