:strip_icc()/kly-media-production/medias/5423563/original/025130200_1764066955-Guru_di_Tegal_ditemukan_tewas_di_tengh_hutan.png)
Duka mendalam menyelimuti peringatan Hari Guru Nasional tahun 2025 setelah seorang guru sekolah dasar (SD) ditemukan tewas mengenaskan dengan tubuh penuh luka di tengah hutan Desa Songgom, Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Korban diketahui bernama Kusyanto, 46 tahun, seorang pendidik di SDN Kalinyamat 3 Kota Tegal. Jenazah Kusyanto ditemukan pada Senin pagi, 24 November 2025, oleh seorang warga yang sedang mencari rumput.
Saat ditemukan, kondisi tubuh korban dipenuhi luka. Kasi Humas Polres Brebes, Iptu Indra Prasetyo, mengungkapkan bahwa terdapat luka memar di bagian kepala yang diduga akibat hantaman benda tumpul serta luka lecet di bagian tangan. Beberapa laporan juga menyebut adanya luka jeratan di leher korban. Setelah olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), jenazah Kusyanto dievakuasi ke RSUD Brebes untuk diautopsi sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
Kusyanto, yang merupakan warga Kelurahan Keturen, Kecamatan Tegal Selatan, Kota Tegal, dikenal memiliki profesi sampingan sebagai pengemudi taksi online (GrabCar) untuk menambah penghasilan keluarga. Informasi awal dari pihak kepolisian menyebutkan bahwa mobil Honda Brio berpelat nomor G 1532 MN milik korban turut raib dari lokasi kejadian. Hilangnya mobil ini menjadi salah satu fokus utama dalam penyelidikan dugaan pembunuhan disertai perampokan.
Kakak ipar korban, Luthfi Andri (45), menuturkan bahwa Kusyanto terakhir berpamitan kepada istrinya untuk mengangkut penumpang pada Minggu (23/11/2025) sekitar pukul 14.30 WIB. Sebuah saksi mata, Mohammad Baron (48), warga Desa Songgom, juga melihat sebuah mobil berwarna abu-abu melaju kencang masuk ke kawasan hutan jati pada Minggu malam saat hujan deras, kemudian keluar lagi tak lama berselang. Kasus ini telah dinaikkan ke tahap penyidikan dan autopsi telah dilakukan.
Kabar duka ini menyisakan kesedihan mendalam di kalangan rekan guru dan murid-murid di SDN Kalinyamat 3 Kota Tegal, bertepatan dengan momen Hari Guru Nasional. Rekan-rekan seprofesi mengenang Kusyanto sebagai sosok yang rajin, disiplin, ramah, dan berdedikasi tinggi dalam mendidik. Istri korban, Lusi Erfina Novianti (40), yang juga seorang guru, terlihat sangat terpukul atas kejadian tragis yang menimpa suaminya. Para rekan guru dan keluarga berharap pihak kepolisian dapat segera mengungkap motif dan menangkap pelaku di balik kematian sang pahlawan tanpa tanda jasa ini.