Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

TNI Tumpas Panglima OPM Lamek Taplo di Pegunungan Bintang

2025-11-26 | 05:34 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-11-25T22:34:16Z
Ruang Iklan

TNI Tumpas Panglima OPM Lamek Taplo di Pegunungan Bintang

Panglima Organisasi Papua Merdeka (OPM) Komando Daerah Pertahanan (Kodap) XV Ngalum Kupel, Lamek Alipky Taplo, bersama tiga anggotanya dilaporkan tewas ditembak oleh personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan. Peristiwa ini terjadi dalam sebuah operasi penyerangan pada Minggu, 19 Oktober 2025.

Asintelter Komando Operasi Swasembada Papua, Letkol Inf Renaldy H, mengonfirmasi kematian Lamek Taplo dan pasukannya pada Senin, 20 Oktober 2025. Operasi tersebut merupakan tindak lanjut dari informasi intelijen mengenai aktivitas kelompok bersenjata pimpinan Lamek Taplo yang selama ini aktif melakukan teror, pemerasan, dan intimidasi terhadap masyarakat sipil. Letkol Renaldy menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya pemulihan stabilitas keamanan di wilayah perbatasan negara, khususnya di Distrik Kiwirok.

Lamek Alipky Taplo dikenal sebagai salah satu pimpinan OPM paling aktif dan radikal di wilayah Pegunungan Bintang. Sejak tahun 2020 hingga 2025, kelompoknya tercatat telah melakukan berbagai aksi kekerasan dan teror. Beberapa aksi kejahatan yang diatribusikan kepada kelompok Lamek Taplo meliputi penyerangan terhadap pekerja proyek Jalan Trans Papua, perampasan senjata dari Pospol Subsektor Oksamol, serta penyerangan terhadap Satgas Pamtas 403/WP.

Selain itu, kelompok ini juga bertanggung jawab atas pembakaran Puskesmas Kiwirok yang disertai pembunuhan terhadap tenaga kesehatan, penembakan pesawat Smart Aviation, serta pembakaran sekolah dan fasilitas umum di Kiwirok dan Serambakon. Mereka juga berulang kali menyerang aparat TNI-Polri di berbagai titik dan menembaki helikopter yang membawa bantuan kemanusiaan. Rangkaian aksi brutal tersebut telah menyebabkan enam korban jiwa dan delapan lainnya luka berat, serta kerugian materiil berupa tujuh bangunan fasilitas umum yang dirusak dan dibakar, dan enam unit alat berat yang hangus.

Komando Operasi Swasembada Papua juga menyebutkan bahwa tewasnya Lamek Alipky Taplo merupakan pukulan telak bagi struktur OPM di wilayah Pegunungan Bintang dan merupakan tindakan nyata TNI dalam menjamin keamanan masyarakat di perbatasan. Setelah operasi ini dilaksanakan, situasi di Distrik Kiwirok dilaporkan berangsur kondusif. Juru Bicara Komnas Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat – Organisasi Papua Merdeka (TPNPB–OPM), Sebby Sambom, membenarkan laporan kematian Brigjen Lamek Alipky Taplo dan tiga anggotanya akibat serangan drone militer Indonesia pada Minggu, 19 Oktober 2025, sekitar pukul 06.00 WIT. Pihak TPNPB menyatakan duka nasional atas kematian Lamek Taplo namun menegaskan bahwa perjuangan bersenjata akan tetap berlanjut.