:strip_icc()/kly-media-production/medias/5417562/original/011225700_1763538266-Presiden_Prabowo.jpg)
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto pada Rabu, 19 November 2025, secara resmi meresmikan Jembatan Kabanaran, yang sebelumnya dikenal sebagai Jembatan Pandasimo, sebuah infrastruktur vital yang menghubungkan Kabupaten Bantul dan Kulon Progo di Daerah Istimewa Yogyakarta. Peresmian ini menandai babak baru bagi konektivitas selatan DIY, sekaligus mengukuhkan sebuah nama yang sarat akan nilai historis dan perjuangan.
Jembatan yang merupakan bagian dari Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) atau Jalan Pantai Selatan (Pansela) Jawa ini membentang di atas Sungai Progo, secara spesifik menghubungkan Kalurahan Banaran di Kapanewon Galur, Kabupaten Kulon Progo, dengan Kalurahan Poncosari di Kapanewon Srandakan, Kabupaten Bantul. Dengan panjang total sekitar 2,3 kilometer dan bentang utama jembatan sepanjang 675 meter, Jembatan Kabanaran menjadi jembatan terpanjang di DIY dan ketiga terpanjang di Pulau Jawa. Pembangunannya menelan biaya sekitar Rp 814,8 miliar hingga Rp 863,72 miliar dan melibatkan teknologi Corrugated Steel Plate (CSP) serta timbunan ringan semen mortar, yang bahkan mencatat Rekor MURI. Selain itu, jembatan ini juga dilengkapi dengan teknologi peredam gempa Lead Rubber Bearing (LRB) untuk ketahanan seismik.
Nama "Kabanaran" dipilih langsung oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, atas usulan Bupati Kulon Progo Agung Setyawan, yang menekankan landasan historis serta fakta geografis bahwa sebagian besar fisik jembatan dan seluruh badan sungai berada di wilayah Kulon Progo. Makna di balik nama Kabanaran sangat mendalam, merujuk pada lokasi bersejarah di mana Pangeran Mangkubumi (yang kelak menjadi Sri Sultan Hamengku Buwono I) mendirikan markas perjuangannya melawan kolonial Belanda. Di tempat inilah Pangeran Mangkubumi dinobatkan sebagai "Sunan Kabanaran" pada 11 Desember 1749.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa penamaan ini merepresentasikan kembali semangat perjuangan Pangeran Mangkubumi dan diharapkan dapat menjiwai upaya kebersamaan, ketangguhan, dan pencapaian cita-cita pembangunan. Hadirnya Jembatan Kabanaran tidak hanya memangkas waktu tempuh antara Bantul dan Kulon Progo dari 30-45 menit menjadi 15-20 menit, tetapi juga diyakini akan menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi kawasan. Presiden Prabowo berharap infrastruktur ini akan mendukung sektor pariwisata di pesisir selatan DIY, seperti Pantai Pandansimo, Gua Cemara, dan Samas, serta membuka peluang bagi pengembangan hotel dan fasilitas penunjang lainnya.
Lebih lanjut, Jembatan Kabanaran diharapkan dapat meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat lokal, termasuk nelayan, petani garam, pengolah rumput laut, dan UMKM, dengan memperlancar distribusi barang dan jasa serta menciptakan lapangan kerja baru. Presiden Prabowo juga menitipkan pesan penting untuk merawat jembatan dan infrastruktur lainnya dengan baik, serta mendorong Kementerian Pekerjaan Umum untuk terus melaksanakan proyek-proyek infrastruktur berkualitas demi kemajuan daerah.