Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Sinergi Bali, NTB, NTT: Bangun Super Hub Pariwisata Global, Mengukuhkan Potensi Destinasi Selatan Indonesia

2025-11-25 | 22:11 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-11-25T15:11:10Z
Ruang Iklan

Sinergi Bali, NTB, NTT: Bangun Super Hub Pariwisata Global, Mengukuhkan Potensi Destinasi Selatan Indonesia

Pemerintah Provinsi Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT) telah menyepakati pembentukan super hub pariwisata untuk memperkuat potensi kawasan selatan Indonesia. Inisiatif strategis ini bertujuan untuk mengintegrasikan pembangunan lintas provinsi, khususnya di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029.

Kesepakatan ini diawali dengan pertemuan perdana atau kick-off meeting Kerja Sama Regional Bali, NTB, dan NTT (KRBNN) yang berlangsung di Rumah Jabatan Gubernur Bali pada Senin, 3 November 2025. Pertemuan tersebut dihadiri oleh Gubernur Bali, I Wayan Koster; Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal; dan Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena. Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyatakan bahwa kerja sama ini merupakan langkah awal menuju integrasi pembangunan lintas provinsi guna memperkuat kawasan selatan Indonesia, dengan tujuan untuk saling memperkuat potensi daerah masing-masing dan berkolaborasi.

Kolaborasi ini akan difokuskan pada sejumlah sektor strategis, termasuk pariwisata, energi, dan perhubungan (udara, darat, dan laut). Selain itu, kerja sama ini akan meluas ke sepuluh bidang lainnya seperti sosial, kebencanaan, ketenteraman dan ketertiban, pertanian dan ketahanan pangan, komunikasi dan informatika, perindustrian dan perdagangan, kelautan dan perikanan, serta penanaman modal. Gubernur Bali I Wayan Koster menjelaskan bahwa hasil kick-off meeting ini akan menjadi dasar penyusunan dokumen Nota Kesepahaman (MoU) tiga provinsi yang dijadwalkan akan ditandatangani di NTB pada 25 November 2025. Tindak lanjut dari MoU ini adalah penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang direncanakan akan dilakukan di NTT pada 22 Desember 2025.

Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena memandang kerja sama ini sebagai bentuk kontribusi nyata wilayah selatan Indonesia terhadap pembangunan nasional, khususnya dalam sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Ia juga mengajak masyarakat dan diaspora dari ketiga daerah untuk turut berkontribusi dalam membangun kawasan selatan Indonesia. Koster menekankan bahwa semangat kerja sama ini bukan sekadar nostalgia hubungan historis, melainkan langkah konkret untuk memperkuat kolaborasi strategis antarprovinsi dalam menghadapi tantangan pembangunan masa depan.

Meskipun demikian, terdapat tantangan yang harus diatasi, termasuk konektivitas antarpulau yang belum efisien, terutama jalur udara dan laut antara Bali, Lombok, Sumbawa, dan Flores. Kesiapan sumber daya manusia juga menjadi faktor kunci dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan. Dengan kontribusi ekonomi nasional dari ketiga provinsi yang saat ini sekitar 2,8 persen, diharapkan kerja sama ini dapat mempercepat laju perkembangan ekonomi dan meningkatkan kontribusi tersebut seiring dengan penguatan kawasan. Pemerintah menargetkan kawasan Bali-Nusra ini menjadi superhub pariwisata dan ekonomi kreatif nasional pada tahun 2029, sebagai upaya menekan ketimpangan pembangunan antara kawasan barat dan timur Indonesia.