:strip_icc()/kly-media-production/medias/3187033/original/003171100_1595400533-makkah-kaaba-hajj-muslims_21730-6508.jpg)
Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Sulawesi Selatan secara tegas mengimbau masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan berbagai tawaran keberangkatan ibadah haji melalui jalur furoda untuk tahun 2026. Peringatan ini disampaikan menyusul kebijakan pemerintah Arab Saudi yang dikabarkan tidak lagi menerima visa haji non-kuota.
Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Sulawesi Selatan, Ikbal Ismail, pada hari Selasa menyampaikan bahwa praktik haji furoda kini tidak lagi berlaku akibat pengetatan regulasi visa haji oleh Pemerintah Arab Saudi. Ia mengingatkan bahwa otoritas Arab Saudi telah memperketat pengawasan terhadap jemaah haji tanpa izin resmi, bahkan akses masuk ke Kota Makkah pun diperketat hingga warga Indonesia yang tinggal di sana tidak dapat masuk tanpa dokumen lengkap.
Menurut Ikbal Ismail, pada penyelenggaraan haji tahun 2025, masih ada beberapa jemaah yang menggunakan jalur furoda, namun untuk tahun 2026 jalur ini nyaris tidak tersedia sama sekali. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk tidak mempercayai biro perjalanan dan umrah yang mengaku bisa memberangkatkan jemaah haji melalui jalur furoda, karena jalur tersebut tidak ada lagi untuk tahun ini.
Haji furoda sendiri merupakan program keberangkatan ibadah haji di luar kuota nasional Indonesia, yang secara resmi disebut dengan visa mujamalah dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019. Visa ini diberikan langsung oleh Pemerintah Arab Saudi. Program ini sebelumnya diminati karena memungkinkan jemaah berangkat lebih cepat tanpa harus menunggu antrean reguler yang bisa berlangsung bertahun-tahun. Namun, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) juga telah mengisyaratkan bahwa kuota haji furoda untuk tahun 2026 kemungkinan akan ditiadakan.
Kemenag Sulawesi Selatan akan tetap menangani pelaksanaan ibadah haji 2026, dengan aset dan sumber daya manusia yang masih dalam proses pemindahan ke Kemenhaj. Sementara itu, posisi Kepala Kantor Wilayah Kemenag Sulawesi Selatan kini dijabat oleh Ali Yafid, yang resmi dilantik pada 24 Desember 2024, menggantikan almarhum Muh Tonang.