Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Satu Turis China Tewas, Enam WNA Diduga Keracunan di Bali

2025-11-21 | 19:03 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-11-21T12:03:17Z
Ruang Iklan

Satu Turis China Tewas, Enam WNA Diduga Keracunan di Bali

Enam wisatawan asing di Bali dilaporkan mengalami gejala diare dan muntah-muntah, yang berujung pada meninggalnya seorang warga negara China di sebuah hostel di Canggu, Badung. Insiden ini terjadi pada 2 September 2025 dan menarik perhatian luas, terutama setelah media asing memberitakan dugaan keracunan massal. Korban meninggal dunia diidentifikasi sebagai Deqing Zhuoga, seorang warga negara China berusia 25 tahun, yang menginap di Clandestino Hostel.

Kronologi kejadian bermula pada Senin, 1 September 2025, sekitar pukul 20.00 Wita, ketika Deqing Zhuoga mengeluh sakit kepala, punggung, dan merasa lemas kepada staf resepsionis hostel, Maria Yasinta Gores. Zhuoga sempat muntah sekali di tempat sampah di depan tempat tidurnya dan menolak tawaran makanan, hanya meminta air dan pisang. Sekitar pukul 23.30 Wita, Maria mengajak Zhuoga berobat ke klinik terdekat. Dokter memberikan penanganan awal, namun Zhuoga menolak rawat inap karena masalah biaya, sehingga hanya menerima resep obat dan membelinya di apotek. Ia kemudian kembali ke hostel sekitar pukul 01.30 dini hari.

Keesokan harinya, Selasa, 2 September 2025, sekitar pukul 11.00 Wita, resepsionis lain, Ni Putu Eka Ayu Pusparini, mendapati Zhuoga belum check-out. Setelah membuka pintu kamarnya di kamar nomor 8, Eka menemukan Deqing Zhuoga dalam posisi tengkurap dan sudah tidak bernapas, meskipun denyut nadinya masih ada menurut manajer hostel yang dipanggil. Tim medis menyatakan korban telah meninggal dunia antara 2 hingga 12 jam sebelumnya akibat dehidrasi.

Selain Deqing Zhuoga, lebih dari 20 tamu lain di hostel tersebut dilaporkan mengalami gejala serupa seperti muntah hebat, diare, demam, dan menggigil. Setidaknya 10 di antaranya berada dalam kondisi kritis, dan enam wisatawan lainnya, termasuk teman sekamar Zhuoga, Leila Li, serta turis dari Jerman, Arab Saudi, dan Filipina, dilarikan ke rumah sakit yang berbeda. Leila Li sendiri dirawat intensif selama lima hari di rumah sakit.

Dugaan awal penyebab insiden ini mencuat beragam, mulai dari keracunan fumigasi kutu busuk karena adanya keluhan kutu kasur di hostel sebelumnya, hingga keracunan makanan setelah makan malam bersama. Leila Li bahkan mengklaim bahwa dokter yang merawatnya mengonfirmasi keracunan pestisida dan makanan. Ia juga menyebut melihat kamar di sebelahnya dikarantina setelah fumigasi kutu busuk malam sebelumnya.

Namun, hasil penyelidikan Kepolisian Resor Badung memberikan gambaran berbeda. Pejabat Sementara (PS) Kasubsi Penmas Sihumas Polres Badung, Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti, menjelaskan bahwa penyebab pasti kematian belum dapat ditentukan, tetapi diduga kuat akibat penyakit diare akut yang menyebabkan iritasi saluran pencernaan dan dehidrasi berat. Pemeriksaan muntahan korban di Laboratorium Forensik Denpasar tidak menemukan adanya senyawa pestisida, narkoba, sianida, logam berat arsen, bahan kimia berbahaya, maupun metanol. Otopsi di RSUP Prof. Ngoerah Denpasar juga tidak menemukan tanda-tanda kekerasan, melainkan bercak perdarahan dan pelebaran pembuluh darah pada selaput lendir lambung, cairan kehijauan di rongga lambung, serta bercak kemerahan di usus halus, yang konsisten dengan tanda-tanda diare. Polisi juga memeriksa dapur hostel dan menyatakan proses memasak telah memenuhi standar kebersihan. Pemeriksaan terhadap obat-obatan yang ditemukan di tas korban masih menunggu hasil.