Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Sarmi Dikepung 120 Gempa Susulan Pasca Guncangan M6,6

2025-11-26 | 12:37 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-11-26T05:37:01Z
Ruang Iklan

Sarmi Dikepung 120 Gempa Susulan Pasca Guncangan M6,6

Kabupaten Sarmi, Papua, telah diguncang oleh serangkaian gempa bumi susulan yang mencapai 120 kali pasca gempa utama berkekuatan Magnitudo 6,6. Gempa utama terjadi pada Kamis, 16 Oktober 2025, pukul 12.48 WIB, dengan pusat gempa di darat, sekitar 32 kilometer tenggara Sarmi, pada kedalaman 18 kilometer. Analisis dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan bahwa gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Getaran gempa utama dirasakan cukup kuat selama sekitar tiga detik di wilayah Sarmi dan sekitarnya, menyebabkan warga panik dan berhamburan keluar rumah. Hingga Minggu, 19 Oktober 2025, BMKG mencatat 120 gempa susulan. Gempa susulan terbesar tercatat dengan Magnitudo 5,1 yang kemudian diperbarui menjadi Magnitudo 4,9, sementara yang terkecil berkekuatan Magnitudo 2,2.

Dampak dari gempa utama cukup signifikan, menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan dan fasilitas umum. Data awal dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sedikitnya 20 unit rumah mengalami rusak berat (RB) dan 30 unit rumah rusak ringan (RR). Selain itu, tiga gereja, dua jembatan, dua pasar, dan 13 bangunan umum lainnya turut terdampak. Meskipun demikian, belum ada laporan korban jiwa akibat rangkaian gempa ini, namun dua warga dilaporkan mengalami luka ringan dan telah menerima perawatan medis.

Menanggapi kondisi ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sarmi bersama TNI-Polri dan relawan telah mengaktifkan posko siaga darurat 24 jam. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi potensi gempa susulan lebih lanjut dan memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat terpenuhi. Tim Reaksi Cepat (TRC) juga sedang melakukan kaji cepat di lapangan untuk mendata kerusakan secara lebih komprehensif. Masyarakat yang terdampak memilih untuk mengungsi secara mandiri ke rumah kerabat tanpa adanya titik pengungsian terpusat.

Menurut BMKG, aktivitas gempa bumi ini dipicu oleh pergerakan Sesar Anjak Mamberamo. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, waspada, dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Warga juga diminta untuk menghindari bangunan yang rusak atau retak serta menjauhi area berisiko seperti tebing dan lereng curam. BMKG menekankan pentingnya memperoleh informasi resmi hanya dari kanal-kanal komunikasi yang terverifikasi.