:strip_icc()/kly-media-production/medias/1932276/original/097683700_1519472254-Properti-5.jpg)
Realisasi investasi di Jakarta pada triwulan III tahun 2025 mencapai angka fantastis Rp 204,13 triliun, menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 6,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian ini menegaskan posisi Jakarta sebagai magnet investasi nasional dan berkontribusi sebesar 14,24 persen terhadap total investasi di Indonesia.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, dalam konferensi pers di Balai Kota Jakarta pada Jumat, 21 November 2025, menyatakan bahwa besarnya investasi tersebut berhasil menyerap 338.310 tenaga kerja. Penyerapan tenaga kerja ini datang dari berbagai sektor, terutama jasa, transportasi, perdagangan, serta akomodasi makanan-minuman, yang memperkuat peran Jakarta sebagai pusat aktivitas ekonomi nasional.
Pramono Anung merinci bahwa dari total investasi, Rp 131,2 triliun (64,27 persen) berasal dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Rp 72,9 triliun (35,73 persen) berasal dari Penanaman Modal Asing (PMA). Pertumbuhan investasi ini mencerminkan kepercayaan pelaku usaha terhadap stabilitas ekonomi dan iklim usaha yang kondusif di Jakarta, didukung oleh pertumbuhan ekonomi yang stabil dan inflasi yang terkendali.
Untuk menjaga momentum positif ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen untuk mempercepat reformasi birokrasi, termasuk penyederhanaan perizinan dan optimalisasi Mal Pelayanan Publik. Selain itu, promosi penanaman modal akan terus diperkuat melalui acara seperti Jakarta Investment Festival dan Jakarta Investment Center, yang berperan sebagai platform untuk mempertemukan investor dan pelaku usaha lokal. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga membuka peluang investasi di sektor-sektor non-tradisional.
Sebelumnya, Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono juga telah mendorong iklim investasi yang berkelanjutan. Pada semester I 2024, Jakarta mencatat realisasi investasi sebesar Rp 120,4 triliun. Heru Budi Hartono menekankan pentingnya investasi untuk mewujudkan Jakarta sebagai pusat bisnis global dan mengapresiasi para penanam modal melalui Jakarta Investment Award (JIA) 2024.