Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Ratu Belanda Terpukau Pesona Kampung Batik Solo

2025-11-26 | 04:49 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-11-25T21:49:44Z
Ruang Iklan

Ratu Belanda Terpukau Pesona Kampung Batik Solo

SOLO – Ratu Máxima dari Kerajaan Belanda mengungkapkan kekagumannya terhadap Kota Solo, Jawa Tengah, setelah melakukan kunjungan intensif ke Kampung Batik Laweyan pada Selasa, 25 November 2025. Dalam rangkaian lawatan resminya ke Indonesia sebagai Utusan Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Kesehatan Finansial (UNSGSA), Ratu Máxima tidak hanya berdialog dengan para pelaku UMKM, tetapi juga mencoba langsung seni membatik.

Setibanya di Kampung Batik Laweyan sekitar pukul 16.00 WIB, Ratu Máxima, yang mengenakan busana berwarna kuning mustard, langsung menyusuri gang-gang sempit khas perkampungan batik tersebut bersama rombongan. Kehadiran istri Raja Willem-Alexander itu disambut hangat oleh Wali Kota Solo Respati Ardi, Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani, serta para pedagang dan pengusaha batik setempat.

Di salah satu rumah produksi batik, Ratu Máxima menunjukkan antusiasmenya dengan menjajal membatik tulis di atas kain putih. Dengan saksama, ia menggoreskan lilin malam menggunakan canting mengikuti pola motif yang sudah digambar. Momen tersebut menjadi pengalaman baru bagi sang Ratu, bahkan ia sempat berkelakar kepada pembatik Eny Zaqiyah, "Terima kasih sudah mengajari membatik, tapi sepertinya saya tidak akan jadi pembatik."

Setelah membatik, Ratu Máxima duduk dan berdiskusi panjang lebar dengan para perempuan pelaku usaha mikro, yang terdiri dari perajin batik, pedagang, hingga penjual jamu. Diskusi ini berfokus pada pengelolaan keuangan usaha mikro, arus kas, dan tantangan musiman dalam bisnis batik. Eny Zaqiyah, seorang produsen batik Laweyan berusia 52 tahun, menjadi salah satu yang berdialog intensif dengan Ratu Máxima, menjelaskan tentang peningkatan penjualan berkat pameran dan tantangan saat Ramadan atau musim haji. Eny mengaku perasaannya campur aduk antara senang dan grogi saat berbincang langsung dengan Ratu Máxima.

Wali Kota Solo Respati Ardi menyampaikan bahwa Ratu Máxima merasa senang selama kunjungannya di Solo. Ratu Máxima sendiri mengungkapkan, "Ini adalah hari pertama saya berada di sini, kunjungan saya di Indonesia, di Solo, tempat yang sangat indah. Di mana saya mendapat kesempatan untuk berbicara dengan berbagai kelompok." Ia menambahkan bahwa tujuan kunjungannya adalah untuk memahami kondisi finansial masyarakat di berbagai lapisan, mulai dari pekerja industri garmen, mahasiswa yang merencanakan masa depan, hingga para ibu perajin batik yang mengandalkan usaha mikro untuk membiayai pendidikan anak-anak mereka.

Sebelum menyambangi Kampung Batik Laweyan, Ratu Máxima juga sempat menikmati makan siang di Pracima Tuin, Pura Mangkunegaran. Kunjungan Ratu Máxima ke Solo merupakan bagian dari lawatan kerjanya di Indonesia yang berlangsung dari 24 hingga 27 November 2025. Sebelumnya, ia juga telah mengunjungi sebuah pabrik garmen di Sragen.