Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Pulo Gadung Terminal: Revitalisasi Fasilitas Menuju Lingkungan Hijau Modern

2025-11-26 | 11:45 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-11-26T04:45:56Z
Ruang Iklan

Pulo Gadung Terminal: Revitalisasi Fasilitas Menuju Lingkungan Hijau Modern

Terminal Pulo Gadung, Jakarta Timur, terus menunjukkan transformasi signifikan melalui program penataan bangunan dan penghijauan yang berkelanjutan. Upaya pembenahan ini telah berlangsung secara bertahap sejak tahun 2023, meliputi tiga tahap penataan besar untuk meningkatkan infrastruktur, ketertiban kawasan, dan kenyamanan pengguna.

Kepala Terminal Pulo Gadung, Suratman, menjelaskan bahwa penataan dimulai dari perbaikan area bekas terminal bus antarkota antarprovinsi (AKAP) yang sebelumnya tidak dimanfaatkan secara optimal. Bus AKAP sendiri kini telah dialihkan ke Terminal Terpadu Pulo Gebang. Tahapan selanjutnya difokuskan pada penertiban puluhan bangunan liar, termasuk yang berdiri di atas saluran air di dalam kawasan terminal. Bangunan-bangunan tersebut selama bertahun-tahun difungsikan sebagai hunian dan tempat kontrakan tanpa izin, mengganggu fungsi utama terminal. Penertiban bangunan liar ini, yang melibatkan sekitar 30 unit pada Juli 2025, bertujuan mengembalikan fungsi ruang sesuai rencana tata kawasan dan mencegah penyumbatan saluran air saat musim hujan. Saluran air juga telah dinormalisasi oleh Satpel Sumber Daya Air Kecamatan Pulo Gadung.

Selain itu, penataan juga menyasar area akses publik, dengan menertibkan lapak pedagang kaki lima (PKL) liar yang sebelumnya menempati akses keluar terminal di dekat pos polisi. Keberadaan lapak-lapak ini kerap menimbulkan kemacetan dan mengganggu kelancaran operasional kendaraan umum. Lahan-lahan bekas bangunan liar yang ditertibkan direncanakan akan diubah menjadi taman. Hingga Oktober 2023, progres penataan Terminal Pulo Gadung telah mencapai 98,04 persen, dengan pekerjaan meliputi penataan ruang tunggu penumpang JakLingko atau Mikrotrans, pembangunan jalan akses menuju halte Transjakarta, pemasangan pagar setinggi tiga meter sepanjang 300 meter, serta pembangunan dua pos keamanan, musala, toilet umum, dan fasilitas disabilitas.

Sejalan dengan penataan fisik, Terminal Pulo Gadung juga menjalankan program penghijauan untuk meningkatkan kualitas lingkungan. Sebanyak 150 pohon telah ditanam di area terminal, yang merupakan bantuan dari Dinas Pertamanan dan Hutan Kota. Jenis pohon yang ditanam bervariasi, meliputi alpukat, matoa, rambutan, durian, dan mangga, menambah keasrian dan memperbaiki kualitas udara di kawasan tersebut.

Suratman menyatakan bahwa berkat upaya-upaya ini, kawasan terminal kini jauh lebih baik, lebih tertib, dan nyaman bagi warga maupun penumpang yang melintas. Apresiasi positif datang dari masyarakat, termasuk Saiful (35), seorang pekerja yang rutin menggunakan angkutan umum, yang merasa terminal kini lebih nyaman dan aman, meskipun ia berharap ada penambahan penerangan. Rudy, warga yang setiap hari melintas di Jalan Perintis Kemerdekaan, juga memuji tindakan penertiban yang membuat kawasan terminal terasa lebih longgar. Kondisi Terminal Pulo Gadung saat ini tampil semakin rapi, tertib, dan bersih, mendapat banyak apresiasi dari para pengguna transportasi umum.