:strip_icc()/kly-media-production/medias/4090566/original/048504400_1657938268-ilustrasi_penemuan_mayat.jpg)
Seorang kontraktor asal Malaysia, Wong Sie Tuong (65), ditemukan meninggal dunia setelah dilaporkan hilang selama tiga hari di aliran Sungai Patek, Kecamatan Tabang, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Jasad korban ditemukan tersangkut di sungai pada Minggu (23/11/2025), sekitar pukul 14.56 WITA, setelah sebelumnya hanyut bersama mobil yang dikemudikannya pada Jumat (21/11/2025) malam.
Wong Sie Tuong, yang lahir di Sarawak, Malaysia, adalah karyawan PT Cahaya Riski Persada, kontraktor KUD Beringin Mulia yang bergerak di sektor perkayuan. Insiden tragis ini terjadi saat korban mengemudikan mobil Toyota Hilux hitam dengan nomor polisi KT 8689 NO bersama seorang rekannya, Hardie. Mereka mencoba melintasi Sungai Patek di KM 32 Jalur Hauling KUD Beringin Mulia, Desa Umaq Bekuay, ketika hujan deras dan debit air meningkat. Meskipun air sungai tinggi, korban diduga tetap memaksa melintas, menyebabkan mobilnya terseret arus deras dan tenggelam. Rekan korban berhasil menyelamatkan diri, namun Wong Sie Tuong terbawa arus sungai.
Pencarian intensif selama tiga hari dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari Polres Kutai Kartanegara, Polsek Tabang, Basarnas Kalimantan Timur, TNI, BPBD, Damkar, petugas imigrasi, dan warga setempat. Operasi pencarian menghadapi medan yang sulit, meliputi kawasan hutan belantara dan jalur sungai yang menantang. Tim dibagi menjadi dua kelompok untuk menyisir Sungai Patek dari titik awal kejadian hingga ke hilir. Jasad Wong Sie Tuong akhirnya ditemukan sekitar 15 hingga 25 kilometer dari lokasi kejadian awal, tepatnya di wilayah Bisun.
Setelah ditemukan, jenazah korban dievakuasi ke Puskesmas Tabang untuk pemeriksaan awal dan kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara Balikpapan untuk pemeriksaan lebih lanjut dan autopsi. Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Kalimantan Timur melalui tim Disaster Victim Identification (DVI) telah mengonfirmasi identitas jenazah tersebut sebagai Wong Sie Tuong. Hasil pemeriksaan dokter forensik tidak menemukan tanda-tanda kekerasan, menunjukkan bahwa tidak ada unsur pidana dalam kematian korban. Pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan Kantor Imigrasi Samarinda dan perwakilan negara Malaysia untuk penanganan jenazah dan proses pemulangannya. Keluarga korban, yang diwakili oleh dua putri dan dua putranya, juga telah memberikan data antemortem untuk membantu proses identifikasi.