:strip_icc()/kly-media-production/medias/5388888/original/024221100_1761149526-WhatsApp_Image_2025-10-22_at_19.07.52.jpeg)
Unjuk rasa yang berlangsung di Tanah Merah, ibu kota Kabupaten Boven Digoel, pada Rabu (22/10/2025), berakhir ricuh dan anarkis, mengakibatkan tiga personel kepolisian terluka dan empat terduga provokator diamankan. Aksi demonstrasi ini dipicu oleh beredarnya video pemusnahan atau pembakaran mahkota Burung Cenderawasih yang dilakukan oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Papua di Jayapura, yang dianggap sebagai penghinaan terhadap simbol adat Papua.
Pada awalnya, unjuk rasa berjalan damai dan tertib di bawah pengawalan ketat Polres Boven Digoel. Para demonstran menyampaikan aspirasi mereka di Kantor LMA Boven Digoel dan Makodim 1711/BVD. Namun, menjelang siang hari, terjadi kesalahpahaman yang memicu kericuhan dan kemudian berubah menjadi aksi anarkis.
Massa yang tidak terkendali mulai menjarah sejumlah toko di sekitar lokasi unjuk rasa, termasuk toko elektronik dan konter ponsel, serta merusak rumah warga di sepanjang jalan Trans Papua menuju titik nol Tanah Merah. Kericuhan meluas hingga kawasan Pasar Baru dan Pangkalan Hilux. Bentrok antara pendemo dan pihak kepolisian terjadi di pertigaan KM 4, tepatnya di pertigaan perumahan bupati.
Akibat aksi anarkis ini, tiga anggota polisi dilaporkan terluka terkena anak panah dan sabetan benda tajam, salah satunya di bagian paha. Mereka kini sedang menjalani perawatan medis di RSUD Tanah Merah. Selain itu, sejumlah warga juga dilaporkan mengalami luka-luka, dan sebuah truk milik Polres Boven Digoel mengalami kerusakan pada bagian kaca depan.
Kepolisian Resor Boven Digoel dengan cepat mengamankan empat orang yang diduga sebagai provokator di balik kericuhan tersebut. Keempat terduga provokator ini saat ini sedang menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Mapolres Boven Digoel.
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Cahyo Sukarnito, menyatakan bahwa Polri menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat di muka umum selama dilakukan dengan tertib dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Namun, ia menegaskan bahwa setiap bentuk kekerasan, perusakan fasilitas umum, dan penyerangan terhadap aparat tidak dapat dibenarkan dan akan ditindak sesuai prosedur hukum. Polisi juga mengambil tindakan tegas dengan menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa.
Situasi keamanan di Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, dilaporkan telah berangsur kondusif pasca-aksi demo yang berakhir anarkis. Aparat gabungan, termasuk Kapolres Boven Digoel AKBP Wisnu Perdana Putra dan Dandim 1711/BVD Letkol Inf Andry Christian, terus melakukan pemantauan langsung di lapangan serta patroli dialogis guna memastikan situasi tetap aman dan terkendali serta mencegah potensi provokasi lanjutan. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum tentu benar.