:strip_icc()/kly-media-production/medias/5419427/original/099206400_1763695327-Pelajar_Makassar_Kena_Tembakan_Warga_Tawuran.jpg)
Tawuran antarwarga kembali pecah di Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pada Jumat dini hari, 21 November 2025, menyebabkan seorang pelajar tewas tertembak senapan angin. Korban diidentifikasi sebagai Muhammad Deril (16), seorang siswa SMA dari Jalan Satando, Makassar. Deril ditemukan tewas di lokasi tawuran di Jalan Tinumbu Lorong 148, yang menjadi titik bentrokan antara warga Kelurahan Layang dan Jalan Tinumbu. Peluru senapan angin rakitan mengenai dada kiri korban, tepatnya mengenai jantungnya.
Menurut Kapolsek Tallo, Kompol Syamsuardi, tawuran terjadi menjelang subuh, namun saat kepolisian tiba di lokasi sekitar pukul 05.30 WITA, bentrokan sudah mereda dan massa telah membubarkan diri. Syamsuardi membenarkan kejadian ini dan menyatakan bahwa penyelidikan masih berlangsung untuk mendalami penyebab pasti tawuran serta mengidentifikasi pelaku penembakan. Muhammad Deril diketahui bukanlah warga dari kawasan tawuran tersebut, memunculkan pertanyaan mengapa ia berada di lokasi saat kejadian.
Insiden tragis ini menambah daftar panjang kekerasan dalam serangkaian tawuran yang kerap terjadi di wilayah Tallo. Sebelumnya, pada Minggu, 16 November 2025, seorang warga bernama Nursam Sutte alias Civas (40) juga tewas akibat luka tembak senapan angin di kepala dalam tawuran antarwarga di Kecamatan Tallo. Kematian Civas memicu kericuhan lanjutan pada Selasa, 18 November 2025, yang berujung pada pembakaran sedikitnya 13 rumah warga di area Pekuburan Beroanging, Tallo. Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Polda Sulsel) telah menangkap satu pelaku penembakan Civas berinisial CBT (35), warga Kecamatan Tallo, pada Rabu, 19 November 2025. Selain itu, satu pelaku pembakaran rumah juga telah diamankan.
Kapolda Sulsel Irjen Djuhandhani Rahardjo Puro menyatakan bahwa insiden penembakan Civas awalnya tidak dilaporkan ke polisi, sehingga mempersulit upaya antisipasi. Untuk mencegah bentrokan susulan, pihak kepolisian akan meningkatkan patroli dan menempatkan personel Brimob di titik-titik rawan tawuran seperti Jalan Layang, Bunga Eja Beru, Kampung Borta, dan Kampung Sapiria. Dalam bentrokan lanjutan, seorang anggota kepolisian bahkan dilaporkan menjadi korban terkena anak panah. Aparat penegak hukum terus berupaya mengungkap para provokator dan memastikan penegakan hukum terhadap semua pihak yang terlibat dalam aksi kekerasan ini.