:strip_icc()/kly-media-production/medias/3398297/original/078474200_1615373040-20210310-MRT-Akan-Hadir-di-LimaKota-TALLO-4.jpg)
Laju Light Rail Transit (LRT) Jakarta pada rute Velodrome–Pegangsaan Dua masih menghadapi tantangan serius terkait tingkat keterisian penumpang. Data terbaru menunjukkan bahwa setiap rangkaian kereta hanya terisi rata-rata 27 orang, jauh di bawah kapasitas maksimal 270 penumpang per rangkaian. Angka ini mencerminkan tingkat okupansi yang masih berada di kisaran 9 hingga 10 persen.
Direktur Utama PT LRT Jakarta, Roberto Akyuwen, pada Rabu (26/11/2025) di Stasiun Pegangsaan Dua, Jakarta Utara, mengungkapkan bahwa kondisi ini menjadi pekerjaan rumah terbesar bagi perusahaan dalam operasional tahun 2025. Roberto menyebut bahwa rata-rata jumlah penumpang harian LRT Jakarta saat ini berada di angka sekitar 3.500 hingga 3.579 orang per hari. Meskipun angka ini telah melampaui target harian yang ditetapkan Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta sekitar 3.075 penumpang per hari, namun tingkat keterisian per rangkaian masih sangat rendah.
Salah satu faktor utama penyebab rendahnya okupansi adalah rute LRT Jakarta fase 1A yang relatif pendek, hanya sepanjang 5,8 kilometer, menghubungkan enam stasiun dari Pegangsaan Dua hingga Velodrome. Selain itu, demografi di sekitar beberapa stasiun juga disebut sebagai penyebab sepinya penumpang, karena lokasinya yang jauh dari area perumahan warga dan lebih banyak pertokoan atau ruko yang pekerjanya cenderung menggunakan kendaraan roda dua. Kurangnya konektivitas dan integrasi dengan moda transportasi lain di beberapa titik juga disinyalir berkontribusi pada minimnya pengguna.
Menanggapi tantangan ini, PT LRT Jakarta terus berupaya meningkatkan ridership melalui berbagai strategi. Perusahaan fokus pada menjaga kualitas layanan tetap tinggi serta mengadakan beragam kegiatan atau event untuk menarik minat masyarakat. Selain itu, LRT Jakarta juga telah menyediakan fasilitas ramah pengguna seperti aksesibilitas bagi penyandang disabilitas, lansia, pesepeda, serta ruang laktasi dan pos kesehatan. Tarif flat Rp5.000 yang disubsidi oleh Pemprov DKI Jakarta juga diharapkan dapat menarik lebih banyak pengguna.
Harapan besar peningkatan jumlah penumpang tertumpu pada selesainya proyek perluasan rute Fase 1B Velodrome–Manggarai. Proyek sepanjang 6,4 kilometer ini ditargetkan beroperasi penuh pada Agustus 2026 dan akan menambah lima stasiun baru, yaitu Rawamangun, Pramuka BPKP, Pasar Pramuka, Matraman, dan Manggarai. Dengan beroperasinya rute baru ini, LRT Jakarta menargetkan lonjakan penumpang harian secara bertahap hingga mencapai 60.000 sampai 80.000 orang per hari. Perluasan ini juga akan mengintegrasikan LRT Jakarta dengan Kereta Bandara dan KRL Commuterline di Stasiun Manggarai, diharapkan meningkatkan konektivitas dan aksesibilitas bagi warga ibu kota. Peningkatan jumlah penumpang ini juga diharapkan berdampak signifikan pada pendapatan non-tiket dan efisiensi subsidi yang saat ini masih mendominasi penerimaan LRT Jakarta.