Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Lewotobi Laki-Laki Berstatus Awas: Peringatan Bahaya Erupsi Menguat

2025-11-25 | 01:15 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-11-24T18:15:01Z
Ruang Iklan

Lewotobi Laki-Laki Berstatus Awas: Peringatan Bahaya Erupsi Menguat

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) secara resmi menaikkan status aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), dari Level III (Siaga) menjadi Level IV (Awas). Peningkatan status tertinggi ini berlaku efektif mulai Senin, 24 November 2025, pukul 21.00 Wita.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menjelaskan bahwa keputusan ini diambil berdasarkan analisis visual dan instrumental yang menunjukkan aktivitas Gunung Lewotobi Laki-Laki masih tergolong tinggi. Dalam delapan jam terakhir, tercatat adanya 64 kali gempa vulkanik dalam dan 21 kali tremor non-harmonik. Kenaikan signifikan pada kedua jenis gempa ini mengindikasikan adanya suplai magma baru yang cukup besar dan bergerak cepat menuju permukaan, yang berpotensi memicu erupsi eksplosif. Data deformasi dari tiltmeter juga menunjukkan pola inflasi yang signifikan dalam rentang waktu singkat, menandakan pergerakan magma yang memengaruhi tubuh gunung api. Peningkatan aktivitas gempa vulkanik dalam telah teramati sejak pukul 14.00 Wita, memperkuat indikasi potensi erupsi eksplosif. Erupsi terakhir gunung ini tercatat pada 18 Oktober 2025, pukul 00.44 Wita.

Mengingat peningkatan status ini, masyarakat dan wisatawan diimbau untuk tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius 6 kilometer dari pusat erupsi. Zona perluasan sektoral sejauh 7 kilometer pada arah barat laut hingga timur laut juga harus diwaspadai. Warga di sekitar wilayah rawan bencana juga diminta untuk mewaspadai potensi banjir lahar apabila terjadi hujan deras, khususnya di daerah aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-Laki, seperti di Nawakote, Dulipali, Nobo, Hokeng Jaya, hingga Nurabelen.

Selain itu, bagi warga yang terdampak hujan abu, sangat dianjurkan untuk menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut guna melindungi saluran pernapasan. Abu vulkanik dari erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki juga berpotensi mengganggu operasional bandara dan jalur penerbangan jika sebarannya mengarah ke area tersebut. Masyarakat diminta untuk tetap tenang, mengikuti arahan dari pemerintah setempat, dan tidak mudah mempercayai informasi yang tidak jelas sumbernya. Informasi terkini mengenai aktivitas gunung api dapat diakses melalui situs resmi Magma Indonesia atau media sosial resmi Badan Geologi. Gunung Lewotobi Laki-Laki sebelumnya telah dinaikkan ke Level III (Siaga) pada Sabtu, 22 November 2025.