:strip_icc()/kly-media-production/medias/5400473/original/050768900_1762123798-1001192810.jpg)
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, baru-baru ini mengungkap sebuah kisah tragis yang melibatkan seorang pekerja seks komersial (PSK) di Maumere yang tidak hanya terjangkit sifilis dan sedang hamil, tetapi juga terlibat dalam jaringan pencurian. Penemuan ini terungkap dalam sebuah operasi penertiban yang dilakukan oleh Satpol PP pada Senin sore, 27 Oktober 2025, di sebuah rumah yang berlokasi di Jalan Teka Iku, Kelurahan Nangameting, Kecamatan Alok Timur.
Operasi tersebut bermula dari laporan warga mengenai dugaan pencurian yang dilakukan oleh salah satu PSK di rumah penduduk setempat. Setelah diamankan, terungkap bahwa perempuan tersebut juga aktif dalam praktik prostitusi di Kota Maumere. Dari enam orang PSK yang berhasil diamankan dalam razia tersebut, hasil pemeriksaan medis di Puskesmas Beru, Kelurahan Kota Baru, menunjukkan fakta yang mengkhawatirkan. Empat di antaranya dinyatakan positif mengidap penyakit menular seksual (PMS) jenis sifilis. Lebih miris lagi, satu orang PSK lainnya diketahui sedang dalam kondisi hamil.
Kepala Seksi Pengawasan, Pembinaan, dan Penyuluhan Satpol PP dan Damkar Sikka, Yosef Nong, menjelaskan bahwa salah satu dari enam PSK yang diamankan merupakan anggota sindikat pencurian yang kerap beraksi di rumah warga maupun di toko dan kios di sekitar Maumere. Pelaku tersebut sering mencuri uang, telepon genggam, dan berbagai barang dagangan.
Dalam keterangannya kepada petugas, para PSK mengaku mematok tarif antara Rp300.000 hingga Rp500.000 sekali kencan, bergantung pada layanan yang diminta pelanggan. Monumen Tsunami Maumere sering dijadikan titik awal pertemuan atau "basecamp transaksi" sebelum mereka berpindah ke losmen, penginapan, atau hotel sesuai kesepakatan. Yang lebih memprihatinkan, sebagian besar pelanggan disebutkan jarang menggunakan alat pelindung seperti kondom saat berhubungan seksual, sehingga sangat berisiko tinggi terhadap penyebaran penyakit menular seksual.
Menyikapi temuan ini, Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Sikka, Adeodatus Buang Dacunha, menyampaikan keprihatinan mendalam atas maraknya praktik prostitusi dan tingginya kasus penyakit menular seksual di wilayah tersebut. Dacunha menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan operasi rutin di kos-kosan, losmen, penginapan, dan hotel di Kota Maumere. Selain penertiban, pentingnya edukasi kesehatan dan penyadaran publik juga ditekankan untuk menekan praktik prostitusi terselubung dan melindungi generasi muda dari bahaya penyakit menular seksual.