Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Gladak Perak Licin Berbahaya: Jejak Lumpur Vulkanik Pasca-Erupsi Semeru

2025-11-24 | 10:35 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-11-24T03:35:08Z
Ruang Iklan

Gladak Perak Licin Berbahaya: Jejak Lumpur Vulkanik Pasca-Erupsi Semeru

Kondisi Jembatan Gladak Perak, jalur vital penghubung antara Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, dilaporkan sangat licin dan berbahaya pascaerupsi Gunung Semeru pada Rabu, 19 November 2025. Endapan lumpur tebal bercampur abu vulkanik menyelimuti seluruh permukaan jalan, membuat akses tersebut sulit dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Gunung Semeru meluncurkan awan panas guguran pada Rabu sore, 19 November 2025, sekitar pukul 14.30 WIB, yang kemudian mencapai Jembatan Gladak Perak. Erupsi sekunder juga terjadi pada Jumat, 21 November 2025, menambah timbunan material vulkanik di area jembatan. Ketebalan abu vulkanik di sepanjang jembatan bahkan mencapai lima sentimeter, memperparah kondisi licin. Jejak ban kendaraan sulit menembus lapisan lumpur yang dalam dan lengket.

Akibat kondisi ekstrem ini, setidaknya satu unit sepeda motor dilaporkan terjatuh saat melintasi jembatan. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lumajang, Patria Dwi Hastiadi (juga disebut Isnugroho dalam beberapa laporan), mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan penuh saat melintasi Gladak Perak. "Kondisi jalan masih belum stabil dan cukup berisiko. Kami meminta seluruh pengguna jalan untuk membatasi kecepatan dan selalu menjaga jarak aman," ujarnya pada Jumat, 21 November 2025. Bagi pengendara sepeda motor, disarankan untuk menuntun kendaraan pada titik-titik lumpur tebal jika memungkinkan.

Anggota Satpol PP, Sutrisno, yang bertugas di lokasi, juga menekankan bahwa banyak titik jalan yang terlihat aman namun memiliki tingkat kelicinan ekstrem. Pihak kepolisian dari Polsek Candipuro dan Polres Lumajang telah berjaga di lokasi, menutup total jembatan, dan melarang pengendara melintas karena risiko tinggi. Warga disarankan putar balik dan menunggu proses pembersihan jalan demi keselamatan. Selain itu, penggunaan masker dan pelindung mata tetap dianjurkan karena abu vulkanik masih beterbangan di beberapa titik.

Upaya pembersihan material vulkanik terus dilakukan oleh tim relawan gabungan, termasuk BPBD, Satpol PP, Damkar (pemadam kebakaran) Kabupaten Lumajang, dan warga setempat. Namun, upaya ini terkendala oleh jarak sumber air yang cukup jauh, mencapai belasan kilometer dari lokasi Jembatan Gladak Perak, memaksa mobil pemadam mencari air hingga ke wilayah Kamar Kajang. Danru Damkar Kabupaten Lumajang, Zaenuri, mengatakan bahwa kondisi jalan sangat tidak aman dan harus segera dibersihkan, seraya menyebut bahwa tidak sedikit pengendara yang tergelincir sebelumnya. Area bantaran sungai dan sekitar jembatan juga masih berpotensi memicu bahaya lanjutan. Wakil Bupati Lumajang, Yudha Adji Kusuma, mengapresiasi semangat gotong royong berbagai pihak dalam penanganan darurat ini.