:strip_icc()/kly-media-production/medias/5421547/original/011679500_1763947926-1000565075.jpg)
Sebuah operasi penyelamatan dan penguatan populasi Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) yang langka telah berhasil dilaksanakan di Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), Pandeglang, Banten, dengan peran aktif Tentara Nasional Indonesia (TNI). Badak jantan bernama Mustofa berhasil ditranslokasi ke Javan Rhino Study and Conservation Area (JRSCA) yang masih berada dalam kawasan TNUK. Peristiwa ini dicatat sebagai tonggak penting dan sejarah baru dalam upaya konservasi dunia.
Satuan Tugas (Satgas) Operasi Merah Putih Translokasi Badak Jawa, yang merupakan gabungan dari berbagai elemen, dipimpin langsung oleh Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Brigjen TNI Edi Saputra, yang juga menjabat sebagai Danrem 064/Maulana Yusuf. Wakil Komandan Satuan Tugas adalah Kolonel Laut (P) Catur Yogiantoro selaku Danlanal Banten. Operasi ini melibatkan koordinasi erat antara TNI, Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Kehutanan, Balai Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), Yayasan Badak Indonesia (YABI), Taman Safari Indonesia, serta para ahli konservasi dan tim medis. Kodam III Siliwangi juga turut serta dalam misi konservasi berisiko tinggi ini.
Mustofa, badak jantan yang menjadi objek translokasi, berhasil masuk ke dalam perangkap aman (pit trap) pada tanggal 3 November 2025. Setelah kondisi Mustofa dipastikan stabil, proses evakuasi dimulai pada pukul 04.00 WIB tanggal 4 November 2025, menuju kandang khusus untuk diangkut ke titik penjemputan.
Keterlibatan TNI sangat krusial dalam operasi ini, terutama dalam penyediaan alat angkut berupa kendaraan amfibi KAPA K-61 milik Korps Marinir TNI Angkatan Laut. Kendaraan ini menjadi faktor penentu keberhasilan translokasi karena kemampuannya menembus jalur ekstrem di TNUK, termasuk wilayah perairan, dengan daya jelajah dan stabilitas tinggi. Sebelum pelaksanaan, berbagai uji simulasi telah dilakukan untuk memastikan kendaraan mampu mengangkut kandang berisi satwa dengan bobot lebih dari satu ton tanpa risiko berlebih, serta untuk meminimalkan stres pada badak. Pada 5 November 2025, KAPA K-61 mulai mengangkut kandang Mustofa melewati jalur laut menuju titik pendaratan Legon Pakis sebelum melanjutkan perjalanan darat menuju JRSCA.
Selain penyediaan transportasi, personel TNI dalam Satgas Operasi Merah Putih juga memperkuat pengamanan kawasan, pengawasan lapangan, mobilisasi logistik, koordinasi taktis, serta penyediaan sarana transportasi laut untuk mendukung kelancaran proses translokasi satwa langka ini. Keberhasilan operasi ini menunjukkan sinergi nyata antara TNI dengan berbagai pihak dalam melestarikan satwa endemik Indonesia dan menjaga keseimbangan ekosistem nasional.
Translokasi Badak Jawa ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat populasi Badak Jawa yang diperkirakan hanya tersisa antara 87 hingga 100 individu di Taman Nasional Ujung Kulon. Ketergantungan populasi pada satu habitat membuatnya rentan terhadap bencana alam, wabah penyakit, dan rendahnya variasi genetik. Dengan pemindahan Mustofa ke JRSCA, diharapkan masa depan Badak Jawa sebagai warisan alam Indonesia dapat lebih terjamin.