Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Dampak Banjir Padang: Dua Rumah Lenyap, Puluhan Warga Mengungsi Darurat

2025-11-25 | 15:19 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-11-25T08:19:20Z
Ruang Iklan

Dampak Banjir Padang: Dua Rumah Lenyap, Puluhan Warga Mengungsi Darurat

Intensitas hujan tinggi yang mengguyur Kota Padang, Sumatera Barat, selama beberapa hari terakhir telah memicu banjir di berbagai wilayah, dengan dampak terparah terjadi di Batu Busuk, Kelurahan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh. Dua rumah warga di kawasan tersebut dilaporkan hanyut terbawa arus sungai yang meluap pada Selasa (25/11/2025) siang. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini karena warga telah dievakuasi lebih awal.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, Hendri Zulviton, membenarkan bahwa air bercampur lumpur telah masuk ke rumah-rumah warga sejak pagi hari, sehingga tim gabungan segera melakukan evakuasi. Sebanyak 50 Kepala Keluarga (KK) di Batu Busuk telah berhasil dipindahkan ke tempat yang lebih aman. Salah satu warga yang rumahnya hanyut adalah Yusniatai dan Nofrizal, yang telah dievakuasi ke SMP Negeri 44 Padang untuk mendapatkan bantuan medis dan logistik.

Selain di Batu Busuk, banjir juga terpantau di sejumlah lokasi lain di Kota Padang, meliputi Gunung Pangilun, kawasan Bypass di depan Rumah Sakit Siti Rahmah, Ulak Karang, dan Tunggul Hitam. Kecamatan Koto Tangah juga terdampak luas, khususnya di Simpang Jawi Kelurahan Dadok Tunggul Hitam, Simpang Galumpang, Batipuah Panjang, serta Komplek Mega Permai Padang Sarai, di mana ketinggian air mencapai dada orang dewasa. Jalan Bypass di kawasan Aia Pacah bahkan sempat terendam banjir.

Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Minangkabau, Yudha Nugraha, menjelaskan bahwa cuaca ekstrem ini diperkirakan masih akan berlangsung beberapa hari ke depan. Kondisi ini dipicu oleh adanya bibit siklon 95B di Malaysia yang membentuk pola konvergensi atau pertemuan angin di wilayah Sumatera Barat, memicu pertumbuhan awan hujan secara masif dan menyebabkan hujan terus-menerus. Yudha mengimbau semua pihak untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di daerah yang rentan terdampak seperti Kota Padang, Padang Pariaman, Agam, Pesisir Selatan, dan Solok.

Relawan BPBD Kota Padang, Robert Chaniago, menyatakan bahwa tim masih berada di lokasi untuk menyisir permukiman warga di sekitar bantaran Sungai Batang Kuranji. Sementara itu, Kepala Tata Usaha Unit Pelaksana Teknis (UPT) Irigasi Wilayah II Kota Padang, Wide Ivano, menambahkan bahwa luapan Sungai Batang Kuranji terjadi akibat peningkatan volume air di Bendungan Gunung Nago, Kecamatan Pauh, yang mencapai 3 meter dan berstatus waspada. Ivano juga mengimbau warga di bantaran sungai untuk mengungsi karena belum ada tanda-tanda penurunan debit air maupun intensitas hujan.