:strip_icc()/kly-media-production/medias/5423227/original/025731300_1764056604-20251125_110121.jpg)
Seorang guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN) asal Maluku, Abdurahman (52), yang telah mengabdi sebagai honorer selama 22 tahun di SMA Negeri 15 Seram Bagian Timur, kini menerima bantuan berupa laptop dan proyektor. Pemberian bantuan ini menjadi sorotan dalam rangka Hari Guru Nasional, yang juga menjadi penanda berakhirnya penantian panjangnya.
Abdurahman adalah salah satu dari 13 guru honorer dari wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) di Indonesia yang diterbangkan ke Kantor Pusat Airnav untuk menerima penghargaan dan bantuan alat mengajar atas dedikasinya. Kisah pengabdian Abdurahman penuh dengan tantangan. Ia mengaku tidak menerima honor sepeser pun di awal-awal masa mengajarnya. Baru sekitar tahun 2022, setelah kebijakan Dana BOS diterapkan, Abdurahman mulai menerima bayaran sebesar Rp 750 ribu per bulan.
Perjalanan Abdurahman menuju sekolahnya setiap hari juga tidak mudah. Ia harus menempuh jarak sekitar 10 kilometer pulang pergi dengan berjalan kaki, melewati medan yang sulit, terutama saat hujan ketika luapan kali membanjiri akses jalan. Dengan 103 murid di sekolahnya, Abdurahman kerap menemani siswa-siswinya berangkat dan pulang demi memastikan keselamatan mereka di daerah terpencil tersebut.
Kesabaran dan dedikasi Abdurahman selama puluhan tahun mengajar dengan upah minim akhirnya membuahkan hasil. Tahun ini, ia diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) dan dijadwalkan akan menerima Surat Keputusan (SK) P3K-nya pada bulan Desember mendatang.