Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Banjir Longsor Maut: 13 Tewas, 3 Hilang di Sumatera Utara

2025-11-26 | 12:11 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-11-26T05:11:28Z
Ruang Iklan

Banjir Longsor Maut: 13 Tewas, 3 Hilang di Sumatera Utara

Banjir dan tanah longsor yang melanda tujuh kabupaten/kota di Sumatera Utara sejak Sabtu (22/11) hingga Selasa (25/11) telah mengakibatkan 13 orang meninggal dunia dan tiga lainnya masih dinyatakan hilang. Bencana hidrometeorologi ini dipicu oleh curah hujan berintensitas tinggi yang menyebabkan meluapnya sejumlah sungai dan longsor di wilayah perbukitan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Utara memperbarui data korban pada Rabu (26/11) pukul 08.00 WIB. Tiga belas korban jiwa tersebut tersebar di dua kabupaten. Sembilan korban meninggal dunia ditemukan di Kabupaten Tapanuli Selatan, dengan rincian enam orang di Kecamatan Batangtoru, satu orang di Kecamatan Sipirok, dan satu orang di Kecamatan Angkola Barat. Sementara itu, empat korban meninggal dunia lainnya merupakan satu keluarga di Desa Mardame, Kecamatan Sitahuis, Kabupaten Tapanuli Tengah, yang tertimbun material longsor di dalam rumah mereka. Keempat korban tersebut adalah Dewi Hutabarat (33) beserta ketiga anaknya, Tio Arta Rouli Lumbantobing (7), Vania Aurora Lumbantobing (4), dan Ilona Lumbantobing (3). Selain korban meninggal, 37 orang juga dilaporkan mengalami luka-luka, dan tiga orang masih dalam pencarian di Tapanuli Selatan.

Tujuh kabupaten/kota yang terdampak parah meliputi Tapanuli Tengah, Sibolga, Mandailing Natal, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, Nias Selatan, dan Padangsidimpuan. Laporan awal Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan cuaca ekstrem yang ditandai hujan deras lebih dari dua hari memicu banjir dan longsor di Sibolga, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan.

Dampak material dari bencana ini juga signifikan. Di Tapanuli Selatan, tercatat 330 unit rumah mengalami kerusakan, terdiri dari 12 rusak berat, 6 rusak sedang, dan 312 rusak ringan, serta satu unit sekolah juga rusak. Di Mandailing Natal, 13 unit rumah rusak berat, satu unit sekolah rusak, dan banjir merendam 85 rumah, dengan total 561 kepala keluarga atau 2.244 jiwa mengungsi. Kabupaten Tapanuli Tengah mencatat 1.902 unit rumah terdampak banjir. Akses jalan juga banyak yang terputus akibat longsor dan genangan air, termasuk Jalinsum Sipirok-Tapanuli Utara yang sempat lumpuh total karena tertutup material tanah dan batu. Banjir yang mengalir deras juga menyeret kendaraan, rumah, dan infrastruktur lainnya, membawa lumpur, batang pohon, puing bangunan, serta sampah rumah tangga.

Pemerintah daerah dan tim penanggulangan bencana, termasuk BPBD, BNPB, dan Polda Sumatera Utara, terus melakukan pemantauan dan penanganan darurat. Tim gabungan telah dikerahkan untuk melakukan evakuasi, pencarian korban, dan pembersihan material longsor guna memulihkan akses jalan. Polda Sumatera Utara juga mengerahkan kekuatan Samapta, Dokkes, dan Tim Bid Teknologi Informasi untuk memastikan penanganan bencana berlangsung cepat dan efektif, serta mengimbau masyarakat untuk tetap waspada.