:strip_icc()/kly-media-production/medias/5468558/original/063446500_1767956725-Keluarga_pelatih_Valencia_tebar_bunga_di_lokasi_kapal_tenggelam.jpg)
Keluarga inti dari Fernando Martín Carreras, pelatih tim sepak bola wanita B Valencia CF, melakukan prosesi tabur bunga di lokasi tenggelamnya kapal wisata KM Putri Sakinah di perairan Selat Pulau Padar, Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur, pada Kamis (8/1/2026), sebagai bentuk penghormatan terakhir bagi anggota keluarga yang meninggal dunia, sementara upaya pencarian satu anak laki-lakinya yang masih hilang terus berlanjut di tengah cuaca ekstrem. Tragedi maritim pada Jumat (26/12/2025) malam tersebut merenggut nyawa Fernando Martín Carreras sendiri beserta tiga dari empat anaknya: Maria Lia (12), Mateo (9), dan Enriquejavier (10), setelah kapal mengalami mati mesin dan terbalik dihantam gelombang tinggi. Istri Fernando, Andrea, dan putri bungsu mereka, Mar (7), berhasil diselamatkan dalam insiden yang terjadi sekitar 30 menit setelah keberangkatan dari Pulau Kalong.
Insiden tenggelamnya KM Putri Sakinah menyoroti kembali kerentanan keselamatan maritim di perairan pariwisata super prioritas Indonesia. Kepala Kantor Basarnas Maumere, Fathur Rahman, menyatakan bahwa pencarian telah diperpanjang hingga Jumat (9/1/2026) atas pertimbangan kemanusiaan dan permintaan resmi dari Kedutaan Besar Spanyol, setelah operasi selama 14 hari belum membuahkan hasil lengkap. Kondisi arus yang deras, gelombang tinggi, dan hujan lebat menjadi kendala utama tim SAR gabungan yang melibatkan lebih dari 100 personel, polisi, dan angkatan laut. Bangkai kapal pinisi Putri Sakinah sendiri ditemukan pada Selasa (6/1/2026) di Pantai Pede, Pulau Komodo, sekitar 14 kilometer dari lokasi awal kapal tenggelam. Jenazah Fernando dan putrinya, Lia, telah dipindahkan ke Bali untuk dikremasi pada Senin (5/1/2026), mengikuti keinginan keluarga, mengingat terbatasnya fasilitas kamar jenazah di Labuan Bajo.
Penyelidikan atas kecelakaan ini telah mengarah pada penetapan status tersangka terhadap nakhoda kapal, berinisial L, dan kepala kamar mesin (KKM/BAS), berinisial M, pada Kamis (8/1/2026). Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra mengungkapkan bahwa penetapan ini dilakukan setelah gelar perkara menemukan unsur kelalaian dalam pengoperasian kapal yang menyebabkan korban jiwa. Direktur National Maritime Institute, Siswanto Rusdi, secara tegas mengkritisi bahwa banyak kapal wisata di Indonesia, termasuk di destinasi populer, tidak memenuhi standar keselamatan. Ia menuding penegakan hukum yang lemah dan kurangnya pengawasan oleh otoritas maritim, serta praktik "amplop syahbandar" atau pungutan liar untuk mendapatkan izin berlayar sebagai faktor-faktor pemicu kecelakaan berulang. Rusdi menekankan pentingnya mengutamakan nyawa manusia di atas keuntungan.
Tragedi ini bukan insiden terisolasi. Sepanjang tahun 2025, serangkaian kecelakaan laut telah terjadi di berbagai wilayah Indonesia. Pada Agustus 2025, dua warga negara China tewas dan satu ABK hilang ketika sebuah kapal cepat Dolphin II yang membawa 80 penumpang terbalik di dekat Pelabuhan Sanur, Bali. Sebelumnya, pada Juli 2025, KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam di Selat Bali, menewaskan 19 orang dan menyebabkan 16 lainnya hilang. Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, menegaskan bahwa pengawasan ketat terhadap kelaikan kapal dan pemantauan kondisi cuaca adalah mutlak, serta komite keselamatan transportasi akan melakukan pemeriksaan mendalam setelah laporan final keluar. Sementara pihak berwenang berjanji untuk menegakkan hukum dan memperbaiki sistem, keluarga korban yang berduka di Labuan Bajo menjadi pengingat pahit akan harga dari kelalaian keselamatan maritim di salah satu ikon pariwisata Indonesia.