Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Tragedi Lapak Ambruk Mendadak: 3 Pedagang Cedera Punggung dan Leher

2026-01-21 | 16:35 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-21T09:35:35Z
Ruang Iklan

Tragedi Lapak Ambruk Mendadak: 3 Pedagang Cedera Punggung dan Leher

Tiga pedagang menderita luka di bagian punggung dan leher setelah sebuah lapak dagangan di Pasar Krai, Kecamatan Yosowilangun, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, tiba-tiba ambruk pada Selasa, 20 Januari 2026. Insiden yang terjadi saat aktivitas jual beli berlangsung itu menyebabkan Islawati (50), Sajiono (47), dan Hasan Safi'i (64) harus dilarikan ke puskesmas dan RSUD dr. Haryoto Lumajang untuk mendapatkan perawatan medis intensif.

Menurut hasil peninjauan di lokasi kejadian, Wakil Bupati Lumajang, Yudha Adji Kusuma, menegaskan bahwa penyebab utama robohnya lapak adalah faktor bangunan tua yang sudah tidak layak digunakan, bukan karena cuaca atau kondisi alam. "Tidak ada hujan dan tidak ada angin. Ini murni karena bangunan dasar yang sudah tidak layak, tetapi tetap dipaksakan untuk digunakan. Ini tidak boleh terulang," tegas Yudha, menekankan bahwa keselamatan publik harus menjadi prioritas utama. Bangunan lapak yang ambruk diketahui terbuat dari kayu tua dan bukan merupakan konstruksi permanen, berukuran sekitar 3x10 meter.

Peristiwa di Pasar Krai ini menjadi peringatan serius terhadap kondisi infrastruktur pasar rakyat di Jawa Timur, yang kerap menghadapi tantangan pemeliharaan. Regulasi seperti Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 3 Tahun 2008 telah mengatur tentang Perlindungan, Pemberdayaan Pasar Tradisional, dan Penataan Pasar Modern, yang di dalamnya mencakup aspek pembinaan dan pengawasan infrastruktur pasar. Namun, insiden ini menyoroti celah dalam implementasi dan pengawasan standar kelayakan bangunan di fasilitas publik. Anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Lumajang, Dhani, mengindikasikan bahwa konstruksi yang lapuk termakan usia menjadi faktor utama, tidak lagi kuat menopang atap.

Sebagai respons cepat, Pemerintah Kabupaten Lumajang berencana merelokasi sementara para pedagang terdampak dan memprioritaskan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh infrastruktur pasar demi menjamin keamanan pedagang dan pengunjung. Langkah ini juga akan diikuti dengan pendataan dan audit kondisi bangunan pasar di wilayah lain untuk mengidentifikasi potensi risiko sejak dini. Wakil Bupati Yudha Adji Kusuma menekankan pentingnya momentum ini untuk memperbaiki seluruh sarana pasar yang sudah tidak layak, agar insiden serupa tidak terulang dengan risiko yang lebih besar. Insiden ini tidak hanya memicu kerugian fisik bagi pedagang, tetapi juga berpotensi mengikis kepercayaan masyarakat terhadap keamanan pasar tradisional, serta mengancam keberlangsungan ekonomi pedagang kecil yang bergantung pada fasilitas tersebut. Pemkab Lumajang berharap denyut ekonomi Pasar Krai tetap hidup, kepercayaan pedagang terhadap pemerintah terjaga, dan masyarakat tetap mendapatkan akses terhadap aktivitas perdagangan di wilayahnya.