Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Pasca RS, Tersangka Ledakan SMAN 72 Jakarta Kini Diamankan di Rumah Aman

2025-11-29 | 17:06 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-11-29T10:06:44Z
Ruang Iklan

Pasca RS, Tersangka Ledakan SMAN 72 Jakarta Kini Diamankan di Rumah Aman

Pelaku anak berhadapan dengan hukum (ABH) dalam insiden ledakan di SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara, telah keluar dari Rumah Sakit Polri Kramat Jati. ABH saat ini dititipkan di rumah aman sebagai bagian dari proses penanganan lanjutan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menjelaskan bahwa kondisi fisik ABH telah membaik dan stabil, namun penanganan psikis oleh dokter psikolog masih terus berjalan. Penitipan di rumah aman ini merupakan hasil koordinasi lintas lembaga yang melibatkan Dinas Sosial DKI Jakarta, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Balai Pemasyarakatan (Bapas), Unit Pelaksana Teknis Pusat Perlindungan Perempuan dan Anak (UPT P3A) DKI Jakarta, dan Asosiasi Psikologi Forensik Indonesia (APSIFOR).

Ledakan tersebut terjadi pada Jumat, 7 November 2025, sekitar pukul 12.15 WIB, saat berlangsungnya salat Jumat di masjid sekolah. Insiden ini mengakibatkan 96 orang terluka, termasuk pelaku sendiri, dengan sebagian besar korban adalah siswa. Hingga saat ini, dua siswa korban ledakan masih menjalani perawatan di rumah sakit, masing-masing satu siswa di RS Yarsi dan satu siswa di RSCM.

ABH, seorang siswa kelas 12 berusia 17 tahun, dikenal sebagai pribadi yang pendiam dan penyendiri di lingkungan sekolah. Penyidik masih menunggu waktu yang tepat untuk menggali keterangan dari ABH, mengingat kondisi psikisnya yang masih memerlukan pemulihan.

Motif di balik aksi ini diduga karena akumulasi rasa marah terhadap lingkungan sekitarnya serta perasaan tertindas dan tidak diperhatikan. Densus 88 Antiteror Polri menemukan bahwa pelaku kerap mengakses komunitas daring berisi konten kekerasan ekstrem di situs gelap atau dark web, termasuk grup "True Crime Community" yang menampilkan video atau foto kejadian brutal. Bahan peledak utama yang digunakan adalah potassium chloride, yang dibeli secara daring dengan dalih untuk keperluan ekstrakurikuler kepada ayahnya. Di tempat kejadian perkara, polisi juga menemukan dua senjata mainan yang bertuliskan nama-nama pelaku terorisme internasional.